Program Indonesia Pintar untuk Siswa SD di Lebak Dipotong, Kepsek: Uangnya Hilang

Ilustrasi. (Dok: Tribratanews)
Ilustrasi. (Dok: Tribratanews)

LEBAK, TitikNOL - Program Indonesia Pintar (PIP) di sejumlah Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Lebak, tidak diterima utuh oleh siswa penerima.

Program ini dari pemerintah pusat, berupa pemberian bantuan tunai pendidikan yang diperuntukkan bagi siswa SD, SMP, hingga SMA tentang usia 6-21 tahun. Tujuan dari program ini untuk membantu anak-anak usia sekolah yang berasal dari keluarga kurang mampu.

Diungkapkan Egi, dari Lembaga Pelapor Penyalahgunaan Keuangan Negara (LP3KN) Kabupaten Lebak, hal itu itu salah satunya terjadi di SDN 1 Pasir Tanjung. Sejumlah orang tua siswa yang melapor kepadanya mengaku tidak utuh menerima dana PIP. Dari total Rp450 ribu yang harusnya diterima kata Egi, para orang tua siswa di SDN tersebut hanya menerima Rp250 ribu saja.

"Orangtua siswa mempertanyakan kepada kami, kenapa dana yang mereka terima tidak utuh Rp450 ribu," kata Egi kepada TitikNOL, Kamis (10/6/2021).

Egi menduga, ada upaya jahat yang dilakukan oleh sejumlah oknum yang terlibat dalam proses bantuan PIP tersebut. Egi pun mengungkap adanya uang sebesar Rp20 ribu yang harus dikeluarkan oleh calon siswa penerima program, yang peruntukannya pun tidak jelas.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala SDN 1 Pasir Tanjung Didi Supardi menjelaskan, belum diterima utuhnya dana PIP oleh siswa, karena sebagian dana yang harusnya menjadi hak siswa belum seluruhnya diberikan oleh guru yang ditugaskan mengelola program tersebut.

"Oleh guru yang ditugaskan untuk mengurus PIP uangnya belum diberikan semua, karena hilang alasannya. Saya tuntut dia (guru) itu untuk tanggung jawab dan mengganti semuanya," ujar Kepsek SDN 1 Pasir Tanjung.

Informasi yang dihimpun TitikNOL, usulan program PIP dilakukan dalam dua cara yakni secara online dan offline. Untuk penerima PIP yang diusulkan secara offline, disebut-sebut berkaitan dengan aspirasi anggota DPR RI. (Gun/TN1)

Komentar