Resmi Terbentuk, IKAMA Siap Berkontribusi Membangun Banten

Ketua DPW IKAMA Provinsi Banten, Abdul Hannan Busmar foto bersama dengan pengurus DPP IKAMA dan DPC IKAMA Kota Cilegon usai konfrensi pers di Aula Islamic Center Kota Cilegon. (Foto: TitikNOL)Ketua DPW IKAMA Provinsi Banten, Abdul Hannan Busmar foto bersama dengan pengurus DPP IKAMA dan DPC IKAMA Kota Cilegon usai konfrensi pers di Aula Islamic Center Kota Cilegon. (Foto: TitikNOL)

CILEGON, TitikNOL - DPC Ikatan Keluarga Madura (IKAMA) Kabupaten/Kota se-Provinsi Banten periode 2019-2024 resmi terbentuk dan akan segera dilantik. Pelantikan akan dilakukan secara serentak di Aula Islamic Center Kota Cilegon, Minggu (21/7/2019) besok.

Ketua DPW IKAMA Provinsi Banten, Abdul Hannan Busmar yang akan memimpin langsung pelantikan DPC IKAMA. DPC IKAMA yang akan dilantik yaitu Cilegon, Serang, Pandelang, Lebak dan Tangerang Raya. Pelantikan juga rencananya akan dihadiri oleh Ketua Umum DPP IKAMA, Rawi.

Sekretaris DPW IKAMA Provinsi Banten Syahril Fauzi mengatakan, selain untuk membangun silaturahmi sesama warga Madura yang ada di Provinsi Banten, pembentukan DPC IKAMA juga dalam rangka bersatu bersama-sama membangun Provinsi Banten.

"Jadi kalau kita kompak, itu lebih enak membangunnya Banten. Itu bagian bentuk kontribusi kami orang-orang Madura yang ada di Provinsi Banten," kata Syahril Fauzi, saat menggelar konfrensi pers di Aula Islamic Center Cilegon, Sabtu (20/7/2019).

Syahril mengungkapkan, sejauh ini orang Madura yang sudah terdata di Provinsi Banten jumlahnya mencapai 300 ribu orang. Itu terdiri dari lintas profesi.

"IKAMA ini meliputi dari lintas profesi mulai dari tukang besi, gigi, toko sembako, pedagang sate hingga nasi bebek. Dari usaha itulah nanti kita bisa menambah pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pajak. Nah itu yang menjadi komitmen awal kita untuk membangun Banten secara bersama-sama," ujarnya.

Ketua DPW IKAMA Provinsi Banten, Abdul Hannan Busmar menambahkan, dengan terbentuknya IKAMA, setidaknya bisa mengkikis kesan miring terhadap orang Madura.

"Di zaman serba modern ini sudah tidak ada lagi kesan miring terhadap orang Madura. Intinya Madura itu sekarang dari sisi SDM-nya, keilmuannya banyak juga. Jadi kesan miring atau negatif terhadap orang Madura sudah hampir terkikis dan nyaris hilang," tuturnya.

Menurut Hannan, kesan miring terhadap orang Madura itu hanya ciri khas saja, sepertinya halnya golok di Banten.

"Jadi sekarang itu sudah tidak ada lagi orang bicara golok atau cerurit, tapi sekarang bagaimana caranya betul-betul bersaudara dengan aturan yang ditentukan oleh pemerintah. Tidak ada lagi yang sok-sokan dan ego-egoan," imbuhnya.

Di tempat yang sama, Ketua IKAMA Kota Cilegon Ahmad Mosoddik menyatakan, selain untuk meningkatan silaturahmi warga Madura di perantauan, terbentuk IKAMA ini juga untuk memberikan kontribusi positif terhadap Kota Cilegon.

"Dengan terbentuknya IKAMA di Provinsi Banten, semakin meningkatkan tali silaturahmi untuk warga Madura. Karena warga Madura yang berangkat ke sini itu untuk memperbaiki nasibnya, bukan untuk jadi pengangguran serta memberikan kontribusi positif terhadap Kota Cilegon mau pun Provinsi Banten," jelasnya. (Ardi/TN1).

Komentar