Ribuan Penyuluh Enam Agama di Banten Deklarasi Anti Hoax

Deklrasi anti Hoax di aula kantor kemenag provinsi banten. (Foto: TItikNOL)Deklrasi anti Hoax di aula kantor kemenag provinsi banten. (Foto: TItikNOL)

SERANG, TitikNOL - Kepolisian Daerah (Polda) Banten dan 1.600 penyuluh lintas agama Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Banten, mendeklarasikan anti hoax, di Aula Kantor Kemenang Banten, Selasa (13/3/2018).

Dalam deklarasi yang dipimpin langsung oleh Kapolda Banten Brigjen Pol Listyo Sigit Prabowo dan Kepala Kemenag Provinsi Banten Bazari Syam itu, ribuan penyuluh enam agama di Banten yakni, Islam, Kristen, hindu, budha, Nasrani dan katolik bersama-sama menolak hoax.

Kapolda Banten mengatakan, deklarasi ini untuk memberikan informasi kepada masyarakat melalui para penyuluh agama di Banten, soal isu hoax mulai merajalela berkembang saat ini.

"Mengklarafikiasi sekaligus memberikan informasi yang berkembang saat ini khususnya isu penganiayaan ulama dan penyebaran konten konten bernada kebencian yang memang memgarah ke hoax," kata Kapolda Banten Brigjen Pol Listyo Sigit Prabowo.

Kapolda berharap, dengan pendekatan agama, masyarakat bisa lebih menyaring informasi dengan baik ditengah isu hoax yang berkembang cepat.

"Kita harapkan rekan rekan penyuluh agama bisa memberikan sosialisasi kepada masyarakat situasi terkini fakta sebenarnya terjadi, sehingga keresahan di masyarakat bisa kita eleminir," ungkapnya.

Di tempat yang sama, Kepala Kemenag Provinsi Banten Bazari Syam mengatakan, melalui para penyuluh agama di Banten, semuanya dapat mudah disampaikan.

"Meyakinkan masyarakat oleh para penyuluh, karena bahasa agama lebih mudah disampaikan kepada masyarakat, apalagi berita hoax sudah masuk ke pori pori masyarakat," kata Bazari.

Bazari pun berharap, dari 1.600 penyuluh dari berbagai agama di Banten dapat menyampaikan soal hoax kepada masyarakat di Banten, dengan baik.

"Diharapkan para penyuluh agar bisa menyampaikan bahwa harus hati hati betul dalam menerima dan menyampaikan informasi dari medsos Jika disampaikan dengan baik tentu ini akan aman diharapkan," tukasnya. (Gat/TN1)

TAG hoax
Komentar