Ribuan Ton Batubara Tumpah di Pantai Bayah, Air Laut Sempat Menghitam

Lokasi tumpahnya sekitar 8.000 ton batubara tepatnya di Pantai Ranca Bereum, Kampung Kampung Cikumpay, Desa Bayah Barat, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak. (Foto: TitikNOL)Lokasi tumpahnya sekitar 8.000 ton batubara tepatnya di Pantai Ranca Bereum, Kampung Kampung Cikumpay, Desa Bayah Barat, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak. (Foto: TitikNOL)

LEBAK, TitikNOL - Tumpahnya ribuan ton batubara di pantai Bayah tepatnya di pantai Ranca Bereum, Desa Bayah Barat, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, pada Selasa (16/7/2019) lalu, mengakibatkan air laut di pesisir pantai tercemar hingga berwarna kehitaman.

Sebab, ribuan ton batubara yang diangkut kapal tongkang BG Batang milik PT. Andarow asal Kalimantan tumpah di pantai Bayah, usai dihantam gelombang tinggi dan angin kencang.

Dikatakan Ridwan, Kepala Desa Bayah Barat, Kecamatan Bayah, pasca tumpahnya batubara, air pantai sempat berwarna hitam. Namun setelah dibersihkan oleh nelayan dan warga, sekarang sudah normal.

"Sebelum pinggiran pantai dibersihkan dari ceceran batubara yang tumpah ke laut oleh para nelayan dan masyarakat, awal-awal air pantai tercemar dan sempat berwarna hitam. Tapi sekarang sudah enggak hitam, karena air laut yang berwarna hitam itu terbawa arus ke muara sungai," ujar Ridwan kepada TitikNOL, Kamis (8/8/2019).

Menurutnya, peristiwa kapal tongkang pembawa batubara yang mengalami kecelakaan laut dan menumpahkan batubara ke laut pantai Bayah bukan baru kali ini terjadi. Namun, sudah keenam kalinya.

"Untuk tumpahan batubara yang sekarang dibersihkan atau dikumpulkan oleh masyarakat, yang bukan hanya oleh warga desa Bayah Barat saja. Ada juga warga Kecamatan Panggarangan dan Kecamatan Cihara, mereka kuli ngumpulin tumpahan batubara dipinggiran pantai," beber Ridwan.

Baca juga: Ribuan Ton Batubara Tumpah Ke Pantai Bayah, Kadis LH: Kita Belum Cek Lapangan

Selain itu kata Ridwan, pihak yang memerintahkan melakukan pembersihan pinggiran pantai Bayah dari tumpahan batubara, atas perintah Owner Kapal Tongkang melalui koperasi TKBM Bina Mitra Sejahteta (BMS).

"Kemarin kami mendapat info dari ketua TKBM Koperasi BMS dan dari Syabandar juga, bahwa dia (ketua TKBM) dapat perintah dari owner dan syahbandar juga perusahaannya suruh ngumpulin tumpahan batubara itu. Karena waktu itu sandar kapal tongkang itu akan ditangani TKBM BMS," tukas Ridwan.

Terpisah, Ace Mochamad Noh, Syahbandar Pelabuhan Bayah saat dihubungi TitikNOL, belum dapat memberikan penjelasan lebih jauh. Ia mengaku sedang dalam kondisi sakit.

"Sinyal kurang bagus, ini lagi kurang sehat rencana besok ke Serang kontrol dulu," terang Ace melalui pesan singkatnya.

Diberitakan sebelumnya, ribuan ton batubara tumpah ke laut, karena kapal tongkang pengangkut bernama BG Batang milik PT. Andarow asal Kalimantan itu dihantam ombak besar dan angin kencang.

Kapal tongkang tersebut karam saat tengah membawa ribuan ton batubara tersebut untuk sandar di dermaga pabrik semen merah putih PT. Cemindo Gemilang. (Gun/TN1)

Komentar