Rumah Pegawai Kemenag Digasak Maling, Pelaku Acungkan Sajam ke Arah Korban

Ilustrasi. (Dok: Tribunnews)
Ilustrasi. (Dok: Tribunnews)

SERANG, TitikNOL - Rumah seorang ASN Kanwil Kemenag Provinsi Banten, Ube A. Bueti (40), Selasa (16/10/2018) malam disatroni kawanan maling. Akibatnya, selain kehilangan harta benda, korban juga mengalami luka terkena sayatan senjata tajam.

Informasi yang diperoleh, kawanan maling melakukan aksinya sekira pukul 03.00 WIB di rumah Ube, Kampung Ancol, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang. Dugaan sementara, pelaku berhasil masuk ke rumah korban melalui pintu dapur.

"Saat pelaku masuk, istri korban memergoki pelaku tengah mengacak-acak isi rumah. Kemudian istrinya berteriak minta tolong, namun pelaku langsung membekapnya," kata Kepala Unit (Kanit) Polsek Jawilan Iptu Rahmat Hidayat, Rabu (17/10/2018).

Mendengar suara teriakan minta tolong, Ube A Bueti yang tengah tidur di kamar depan langsung mendatangi istrinya. Namun sebelum menolong, pelaku lebih dahulu menyerang korban dengan menggunakan kursi dan senjata tajam.

"Suaminya dipukul dengan kursi kayu yang ada tak jauh dari tempatnya tidur dan mengenai punggungnya. Korban juga mengalami luka sayatan di kaki kanan (terkena senjata tajam)," ujarnya.

Rahmat mengungkapkan, setelah melumpuhkan penghuni rumah, pelaku langsung melarikan diri melalui pintu belakang. Pelaku juga berhasil membawa kabur barang berharga milik korban seperti uang tunai, dan dompet yang didalamnya terdapat dokumen pribadi milik korban.

Lima unit telepon genggam milik korban juga ikut digasak oleh kawanan maling tersebut. "Kalau emas di tangan istrinya sempat mau diambil, tapi terjatuh saat ditarik paksa pelaku. Sedangkan barang yang hilang yaitu ponsel dan uang tunai Rp1 juta," ungkapnya.

Sementara itu, Kapolsek Jawilan AKP Nono Hartono mengatakan sampai saat ini pihaknya masih menyelidiki kasus perampokan dengan menggunakan senjata tajam tersebut. Namun, polisi belum bisa memastikan berapa jumlah pelaku kejahatan di rumah ASN itu.

"Iya, masih kita selidiki. Kejadiannya Selasa dini hari, untuk lebih jelasnya langsung ke kantor saja," tandasnya. (HR/TN3)

Komentar