Sambut Walikota Serang, Ratusan Pendekar Bandrong Menari Dibawah Guyuran Hujan

Ratusan pendekar Bandrong yang terdiri dari berbagai Provinsi menari dibawah guyuran derasnya hujan saat menyambut kehadiran Walikota Serang Syafrudin dan Wakil Walikota Serang Subadri di Festival Bandrong 2019. (Foto: TitikNOL)
Ratusan pendekar Bandrong yang terdiri dari berbagai Provinsi menari dibawah guyuran derasnya hujan saat menyambut kehadiran Walikota Serang Syafrudin dan Wakil Walikota Serang Subadri di Festival Bandrong 2019. (Foto: TitikNOL)
SERANG, TitikNOL - Ratusan pendekar Bandrong yang terdiri dari berbagai Provinsi menari dibawah guyuran derasnya hujan saat menyambut kehadiran Walikota Serang Syafrudin dan Wakil Walikota Serang Subadri di Festival Bandrong 2019, Minggu, (22/12/2019).

Pantauan di lokasi, sebelum ke acara pagelaran Budaya Bandrong, seluruh pendekar melakukan pawai budaya dari Masjid At-tsauroh hingga ke Alun-alun Barat Serang.

Walikota Serang Syafrudin bersama puluhan pimpinan padepokan tiba di acara Festival Bandrong yang di gelar di Alun-alun Barat Serang sekira pukul 13:30.

Tidak lama rombongan tersebut datang, hujan deras pun datang mengguyur. Bukan malah menghindar, ratusan pendekar berlari ke tengah lapangan dan mengeluarkan beberapa jurus untuk menyambut guyuran hujan. Hal itu pun disambut oleh pendekar remaja lainnya dengan tarian khas Bandrong.

Melalui pengeras suara, salah satu pendekar Bandrong menyebutkan bahwa seorang pendekar Bandrong tidak akan sulut dengan hanya guyuran hujan.

Menurutnya, hujan merupakan keberkahan yang tuhan berikan kepada penghuni bumi. Disisi lain, hujan juga adalah penyemangat bagi para pendekar dalam menggelar Festival budaya Bandrong.

"Hujan ini bukan penghalang kami untuk melanjutkan acara. Pendekar Bandrong tidak gentar dengan adanya hujan. Mari semuanya sambut hujan ini karena hujan adalah keberkahan," katanya.

Himbauan itu pun disambut dengan berlakunya ratusan pendekar dengan mengengelilingi Alun-alun Barat Serang.

Diketahui bahwa, acara Festival Bandrong 2019 ini diikuti oleh puluhan padepokan dari 16 Provinsi yang ada di Indonesia. (Son/Tn1)
Komentar