Sempat Ambrol Akibat Banjir, Jalan Lingkar Selatan di Cilegon Kembali Bisa Dilalui

Plt Walikota Cilegon saat meninjau Jalan Lingkat Selatan di Lingkungan Jerenong yang kembali bisa dilalui kendaraan. (Foto: TitikNOL)Plt Walikota Cilegon saat meninjau Jalan Lingkat Selatan di Lingkungan Jerenong yang kembali bisa dilalui kendaraan. (Foto: TitikNOL)

CILEGON, TitikNOL - Jalan Lingkar Selatan (JLS) KM 8 di Lingkungan Jerenong, Kelurahan Lebak Denok, Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon yang sempat ambrol di kedua arah akibat diterjang banjir pada April 2018, kini sudah bisa dilalui. JLS merupakan jalan alternatif menuju kawasan wisata Anyer.

Selain jalur alternatif, JLS merupakan jalan yang biasa dipakai untuk kegiatan industri yang ada di Kota Cilegon. Meski sudah bisa dilalui, jalur tersebut masih perlu tahap perbaikan. Pengerjaannya pun baru sekitar 60 persen.

"Kalau untuk pembetonan sudah, tinggal TPT (tembok penahan tanah) aja," kata Plt Wali Kota Cilegon Edi Ariadi saat serah terima project perbaikan JLS dari industri Cilegon kepada Pemkot Cilegon, Jumat ( 21/12/2018).

Edi mengungkapkan, perbaikan jalan tersebut tidak menggunakan dana APBD Kota Cilegon. Keseluruhan dana ditanggung asosiasi industri yang ada di Cilegon.

Nilai perbaikan mencapai Rp2,5 miliar. Namun, selama perbaikan berlangsung, pengerjaannya sudah menghabiskan Rp1 miliar lebih.

"Nilainya nanti kita akan ada pertanggng jawaban, yang jelas kalau lebih daripada itu lebih bagus," ujarnya.

Edi mengungkapkan, penyelesaian betonisasi sudah sesuai target agar bisa dilalui saat libur Natal dan Tahun Baru. Pihaknya bersama asosiasi industri masih memerlukan dana untu perbaikan tahap selanjutnya.

"Ini sesuai jadwal kita sebelum akhir Desember sudah jadi, walaupun masih ada temen-temen industri yang belum gabung. Nanti kita turap kiri kanannya supaya nggak longsor," jelasnya.

Sementara itu, koordinator industri untuk perbaikan JLS, Malim Hander Joni mengatakan, bantuan perbaikan jalan ini sebagai tanggung jawab moral pihak industri.

"Ini adalah tanggung jawab moral kita dari kalangan industri, karena kendaraan industri sering lewat sini," ungkapnya.

Untuk tahap selanjutnya, kata Joni, masih memerlukan dukungan dan sumbangsih dari industri yang lain.

"Kita tetap berkomitmen, tapi perlu kesabaran dari kita dan Pemkot Cilegon untuk menunggunya. Yang pasti hari ini kita mendapat jawaban dari KS menyumbang besi untuk sisi kanan sebanyak 40 ton. Jadi tugas kita untuk mencari kongkret sama upahnya," terangnya. (Ardi/TN3)

Komentar