Sempat Menolak, PT. BGD Akhirnya Terima Laporan Keuangan Bank Banten

Ketua Pansus Penambahan Penyerahan Modal Bank Banten Gembong. (Foto: TitikNOL)
Ketua Pansus Penambahan Penyerahan Modal Bank Banten Gembong. (Foto: TitikNOL)

SERANG, TitikNOL - Pansus Penambahan Penyertaan Modal Bank Banten menyebutkan, Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) berlangsung alot karena PT. BGD menolak laporan keuangan Bank Banten.

Dengan adanya penolakan tersebut, pihaknya mengaku kecewa terhadap sikap PT. BGD selaku kepanjangtanganan dari Pemprov Banten telah meragukan kinerja Bank Banten.

"Makanya kami sangat kecewa dengan keputusan PT BGD yang menolak laporan keuangan Bank Banten kemarin, dengan alasan meragukan dan mempertanyakan kinerja Bank Banten selama ini, padahal sekarang kami semua sedang maraton untuk proses penyelamatan Bank Banten," kata sumber TitikNOL di DPRD Banten kepada awak media, Sabtu (18/7/2020).

Pasalnya, rapat maraton yang dilakukan Pansus bersama unsur terkait dilakukan untuk menyelamatkan Bank Banten. Dengan kejadian itu, lanjut sumber, tenggat waktu yang diberikan OJK meningkatkan status Bank Banten menjadi Bank Dalam Pengawasan Khusus (BDPK) hingga tanggal 22 April 2020 akan sia-sia.

"Jika penolakan ini dilanjutkan, maka proses penyelamatan Bank Banten akan mundur melewati batas waktu yang ditentukan OJK, 21 Juli 2020,” ujarnya.

Senada dengan Ketua Pansus Penambahan Penyertaan Modal Bank Banten Gembong. Menurutnya, penolakan yang dilakukan PT. BGD hanya akan membuat mundur jadwal waktu yang telah ditentukan OJK.

"Makanya DPRD dan Pansus merasa kecewa terkait sikap penolakan laporan keuangan Bank Banten oleh PT BGD tersebut. Kami sedang berupaya menyelematkan, tapi malah dibuat mundur," terangnya.

Namun berdasarkan informasi terakhir, kata dia, setelah menempuh perdebatan sengit dan loby terkait dengan penolakan laporan keuangan Bank Banten tersebut, atas berbagai pertimbangan, PT. BGD dengan terpaksa menerima laporan keuangan Bank Banten.

“Informasi yang saya terima, PT. BGD akhirnya menerima laporan keuangannya,” tukasnya. (Son/TN1)

Komentar