Jum`at, 4 April 2025

Seorang Balita Korban Kecelakaan Odong-odong Terkapar Kritis di RS, Ditangani 4 Dokter Spesialis

Foto: Istimewa
Foto: Istimewa

SERANG, TitikNOL - Seorang balita berumur 2 tahun 8 bulan, korban kecelakaan odong-odong, masih terkapar kritis mendapat perawatan intensif dari dokter.

Korban mendapat luka serius dibagian kepala. Bahkan hingga kini korban belum sadar.

Wadir RS Hermina, dr. Dedi Mardiko mengatakan, seorang balita yang kritis mengalami cidera di kepala diduga akibat benturan kecelakaan odong-odong tertabrak kereta.

"Ada cidera kepala berat, pendarahan. Tergantung kondisinya. Cidera kepala itu walaupun tidak ada pendarahan otak yang bengkak bisa kondisinya berat, kalau bengkak bisa merusak sel otak, itu bisa dikategorikan berat, kritis," katanya saat ditemui di lokasi, Rabu (27/7/2022).

Baca juga: Kecelakaan Maut Odong-odong Vs Kereta, Sopir Dinyatakan Sebagai Tersangka

Menurutnya, korban saat ini ditangani langsung oleh 4 dokter spesialis dan tim ICU.

"Ada dokter spesialis anak, dokter bedah saraf, dokter anatesi, tim dokter ahli sama tim dokter ICU. Belum sadar," paparnya.

Baca juga: Keluarga Korban Meninggal Kecelakaan Odong-odong Ditabrak Kereta Disantuni Rp50 Juta

Ia menerangkan, sebagian besar yang dirawat di RS Hermina adalah anak-anak. Dari 9 yang dirawat, 6 di antaranya masih balita.

"Yang kritis ada 1, anak-anak. Sebagian korban lebih besar anak-anak. Kita dari 9 ada 6 anak-anak, 3 dewasa," terangnya.

Ia berujar, saat ini ada 23 pasien yang sedang diobservasi. Jika kondisinya baik, akan diperbolhekan pulang.

"Luka ringan diusahakan bisa pulang, ada 14 yang sudah pulang, sekarang lagi diobservasi 23 mungkin diperbolehkan pulang," ujarnya. (TN3)

Komentar