Seorang Guru di Rangkasbitung Kena Tipu oleh Oknum Mengaku Pegawai FIF

Ita (korban) saat membuat pernyataan proses Pelsus dan Uang kepada AS terduga pelaku penipuan yang mengaku sebagai pegawai Leasing FIF Rangkasbitung. (Foto: TitikNOL)
Ita (korban) saat membuat pernyataan proses Pelsus dan Uang kepada AS terduga pelaku penipuan yang mengaku sebagai pegawai Leasing FIF Rangkasbitung. (Foto: TitikNOL)

LEBAK, TitikNOL - Seorang guru di SMAN 2 Rangkasbitung, menjadi korban penipuan debt collector yang mengaku dari lembaga pembiayaan (leasing) FIF Rangkasbitung.

Korban yang diketahui bernama Ita (37) itu mengaku kehilangan uang Rp2 juta. Uang itu tadinya akan dia bayarkan untuk pelunasan tunggakan terakhir motor yang dikreditnya.

Ita menuturkan, awalnya ia akan mengajukan permohonan pelunasan khusus (Pelsus) kredit kendaraan bermotor miliknya di kantor FIF. Korban pun kemudian didatangi seseorang yang mengaku sebagai petugas FIF berinisial AS.

Korban sempat percaya kepada AS, karena saat datang ke rumahnya, pelaku seolah tahu soal proses kredit yang dimilikinya. Korban pun bercerita soal keinginannya untuk melunasi sisa kreditnya di FIF.

"Pak AS mengaku bisa mengurus Pelsus motor scoopy saya di Leasing FIF. Dari pembayaran tinggal lima kali per bulannya sekitar R750 ribu dengan kontrak selama dua tahun di FIF. Pak AS menyanggupi hanya Rp2 juta, uang itu saya berikan pada Desember lalu kepada," kata Ita kepada TitikNOL.

Namun lanjut Ita, dirinya kaget saat mendapat surat pemberitahuan dari manajemen FIF Rangkasbitung, jika dirinya masih menunggak pembayaran kredit motor. Lantaran merasa sudah memberikan uang untuk proses Pelsus motor Honda Scoopy miliknya, Ita langsung mengkonfirmasikan kepada pihak manajemen FIF.

"Kata pihak FIF, uang untuk pelsus tidak ada masuk ke kantor FIF. Pegawai FIF pun tidak mengakui AS sebagai karyawan atau pegawai FIF," imbuh Ita.

Atas kasus dugaan penipuan tersebut, Ita pun berencana melaporkan AS ke Kantor Polisi.

Dikonfirmasi, Agus Divisi Kredit bermasalah pada kantor FIF Rangkasbitung mengatakan, AS bukan Karyawan FIF.

"FIF tidak memperkerjakan kolektor reguler (perorangan), kita semua (kolektor) pakai PT. Tidak ada kolektor perorangan," tandasnya. (Gun/TN1)

Komentar