SERANG, TitikNOL- PT Pertamina Wilayah Banten meminta Pemerintah Daerah (Pemda) turut serta mensosialisasikan kegunaan gas elpiji bervolume tiga kilogram dikhususkan bagi masyarakat yang berpenghasilan rendah atau miskin.
Pasalnya ditahun ini, kuota elpiji tiga kilogram wilayah Banten minus Tangerang mencapai 35 juta tabung. Diantaranya Kota Serang 6,8 juta tabung, Kabupaten Serang 10,8 juta tabung, Kota Cilegon 4,3 juta tabung, Pandeglang 7 juta tabung, dan Lebak 5,8 juta tabung.
Sales Branch Manager PT Pertamina Wilayah Banten Widhi Tri Adhi mengatakan, pemakaian gas elpiji bersubsidi tiga kilogram diperuntukan bagi masyarakat miskin.
Dalam menekan kebocoran subsidi dari sektor bahan bakar gas rumah tangga tersebut, PT Pertamina membutuhkan peran Pemda untuk turu mensosialisasikan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat.
“Di sektor usaha misalnya, usaha mikro kecil seperti tukang gorengan keliling atau bakso sejenisnya yang gerobak misalnya, itu masuk kategori penerima. Tapi kalau sudah usaha besar seperti rumah makan, itu tidak,†katanya kepada TitikNOL, Selasa (1/10/2019).
Meski telah dipasang plang “Elpiji 3 Kilogram untuk Warga Miskin†di setiap kendaran pengangkut. Namun realitanya, masyarakat kalangan menengah ke atas masih banyak menggunakan tabung tersebut.
“Itu kami lakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, bahwa elpiji 3 kilogram bukan untuk kelaurga mampu apalagi golongan kaya,†ujarnya.
Lebih jauh Tri menjelaskan, bahwa Aparatur Sipil Negara (ASN) tidak berhak menggunakan elpiji tiga kilogram. Maka, pihaknya perlu peran Pemda untuk menegur para pegawainya agar tidak mengkonsumsi gas elpiji bersubsidi itu.
“Setiap tahunnya ini meningkat dan sering over kuota. Kami berharap ada kesadaran dari masyarakat yang mampu, bahwa elpiji 3 kilogram diperuntukan bagi kalangan tidak mampu. Kan kasihan warga tidak mampu kalau yang mampu masih menggunakan elpiji ini,†tukasnya. (Son/TN2)