Siswa Belajar di Gubuk, Kemenag Lebak Tak Miliki Data MI yang Rusak

Puluhan siswa MI mengikuti kegiatan KBM di gubuk yang sudah rapuh dan bocor. (Dok: TitikNOL)Puluhan siswa MI mengikuti kegiatan KBM di gubuk yang sudah rapuh dan bocor. (Dok: TitikNOL)

LEBAK, TitikNOL - Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Lebak, mengakui masih banyak Madrasah Ibtidaiyah yang kondisinya memprihatinkankan.

Komentar Kemenag Lebak menanggapi pemberitaan di TitikNOL, soal puluhan siswa MI yang belajar di bangunan mirip gubuk.

"Iya bukan hanya MI itu (Nurul Hidayah) aja yang miris bahkan banyak madrasah lain lebih dari itu. Kami sedang mendata madrasah-madrasah yang perlu diperhatikan," ujar Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Lebak Sudirman, saat dikonfirmasi wartawan, Senin (4/9/2017).

Parahnya, Sudirman mengakui jika Kemenag Lebak belum mengetahui jumlah sekolah MI swasta di Lebak yang tidak layak.

Baca juga: Miris! Siswa Madrasah di Lebak Ini Belajar di Gubuk

Namun demikian, Sudirman mengaku jika pendataan baru akan dilakukan dengan cara menginventarisir bangunan gedung Madrasah yang sudah tidak layak, atau kondisi madrasah yang memprihatinkan dan perlunya penambahan lokal ruang kelas.

Sementara soal bantuan untuk sekolah yang kondisinya memprihatinkan, Sudirman menegaskan bahwa semua kewenangannya ada di Kanwil Kemenag Banten.

"Sementara bantuan baru hanya dari dana BOS itu, anggaran untuk membantu penambahan ruang kelas memang sangat terbatas. Kita baru akan menginventarisir MI mana saja nanti yang perlu mendapatkan bantuan penambahan ruang kelas, itu nanti sepenuhnya yang menentukan dari Kanwil Kemenag," tukasnya.

Diberitakan sebelumnya, puluhan siswa MI Nurul Hidayah di Kampung Babakan Jaha, Desa Rahong, Kecamatan Malingping, mengikuti kegiatan KBM di gubuk yang sudah rapuh dan bocor. (Gun/red)

Komentar