Soal Aliran 'Uang Setan' di Dermaga PT. Cemindo, PBM Angkat Bicara

Foto ilustrasi bongkar muat. (Dok: fotokabar)
Foto ilustrasi bongkar muat. (Dok: fotokabar)

LEBAK, TitikNOL – PT PDBA, salah satu Perusahaan Bongkar Muat (PBM) di dermaga PT. Cemindo Gemilang angkat bicara tentang aliran “uang setan” di dermaga tersebut. Tusabi, pimpinan PT PDBA mengatakan, perusahaannya juga ikut berpartisipasi dalam memberikan uang pembinaan organisasi terhadap Aliansi Masyarakat Lebak Selatan (AWAS).

Namun kata Tusabi, teknis penyaluran uang pembinaan organisasi tersebut disalurkan melalui pihak Eko Priyono selaku pengelola Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM). Dimana teknis pembayaran disekaliguskan dengan pembayaran penggunaan TKBM.

"Intinya seperti itulah pak, kalau saya lihat dicatatan keuangan, kan orang accounting yang bayar tuh, ya nggak ada," ujar Tusabi.

Hanya kata Tusabi, dirinya pernah menyampaikan kepada Eko Priyono, bahwa bantuan untuk pembinaan organisasi jika dibebankan ke PBM guna menutupi audit perusahaan.


Baca juga: Soal ‘Uang Setan’, BPPKB akan Demo Dermaga PT. Cemindo Gemilang

Maka, kata Tusabi, pembayaran dari pihak PBM disatukan pada saat pembayaran penggunaan TKBM dan agar pihak pengelola TKBM itu sendiri yang mengalokasikannya.

Selain itu kata Tusabi, hal tersebut dilakukan guna menghindari audit keuangan dari perusahaan.

"Waktu itu memang sempat saya tanya soal penyaluran uang pembinaan organisasi itu, kata pak Eko katanya sih disalurkan," papar Tusabi.

Sementara itu, Ibnu, salah seorang pimpinan di PBM PT. BGR, sebuah perusahan bongkar muat milik BUMN saat dihubungi melalui sambungan telepon selulernya tidak merespons.

Menanggapi hal itu, Eko Priyono, pengelola TKBM dan Ketua Koperasi Laut Qidul (Kolaqi) saat dimintai konfirmasi enggan berkomentar banyak.

"Kalau mau lebih jelas silahkan datang ke kantor kami," ujar Eko Priyono melalui pesan singkat. (Gun/quy)

Komentar