Soal Postingan di Medsos Bawa Golok, Ini Kata Ketua DPRD Lebak

Ilustrasi. (Dok: Kanalaceh)Ilustrasi. (Dok: Kanalaceh)

LEBAK, TitikNOL - Postingan Ketua DPRD Lebak Junaedi Ibnu Jarta di media sosial Facebook, viral dan mendapat komentar beragam dari netizen.

Dalam postingannya, Junaedi menulis soal kedatangan sejumlah warga yang disebut sebagai kerabatnya yang melakukan audensi ke DPRD Lebak, sambil membawa bedog (golok, red).

Junaedi menulis jika dirinya telah dizolimi. Meski tidak menyebut pihak mana yang menzolimi, namun kedatangan kerabatnya ke DPRD Lebak, tidak selang lama pasca aksi unjuk rasa aktivis Keluarga Mahasiswa Lebak (Kumala) ke DPRD.

"sdh faham bhw sy sdg d dzolimi, dn terim ksh msh konsisten mendmpingi sy d gd dprd sampe besok malam (# tp tlg jgn bw bedog krn itu mah untk bertani)" tulis Junaedi dalam postingannya.

Baca juga: Kumala Bantah Aksi Kritisi DPRD Lebak Ditunggangi

Menanggapi hal tersebut, Junaedi membantah jika warga yang membawa golok tersebut hadir untuk membantu dirinya yang merasa dizolimi.

"Itu saudara-saudara saya dari kampung yang notabene petani. Namanya petani ada juga yang ahli membuat golok. Mereka menyampaikan kepada saya, selain melongok saya dan menanyakan kabar saya, juga menyampaikan bahwa mereka itu biasa bertani menggunakan golok," ujar Junaedi saat ditemui di kediamannya.

Kata Junaedi, kerabatnya juga sebagian pandai besi (pembuat golok, red) dan menyampaikan soal ingin adanya perhatian dari pemerintah kepada pandai besi.

"Kemudian saya tanya, apakah ada contoh goloknya enggak, mereka tunjukan maka itulah kemudian diambil gambarnya oleh teman-teman. Tapi tidak bermaksud untuk apa-apa," imbuhnya.

Menanggapi soal dirinya yang mengaku dizolimi paska aksi aktivis Kumala, Junaedi pun kembali membantahnya.

"Ohh, sangat tidak berkaitan dengan persoalan kemarin, karena kalau persoalan demo mahasiswa, saya anggap itu hal yang biasa-biasa saja, sesuatu yang logis dan sesuatu yang memang pantas dilakukan oleh mahasiswa. Saya tidak menyalahkan dan saya juga sangat menghargai mengingat saya juga mantan aktivis pergerakan pada waktu saya mahasiswa jadi itu hal biasa dan saya tanggapi secara positif," tukasnya. (Gun/TN1)

Komentar