Jum`at, 4 April 2025

Suarakan Tolak Kekerasan Terhadap Perempuan, Mahasiswi Untirta Menari Massal

Aksi teatrikal serentak untuk menyuarakan penolakan kekerasan terhadap perempuan yang dilakukan Serikat Perempuan Indonesia (Seruni) ranting Untirta. (Foto: TitikNOL)
Aksi teatrikal serentak untuk menyuarakan penolakan kekerasan terhadap perempuan yang dilakukan Serikat Perempuan Indonesia (Seruni) ranting Untirta. (Foto: TitikNOL)

SERANG, TitikNOL – Berbagai cara dilakukan para kaum muda dalam memperingati hari kasih sayang atau sering disebut 'Valentine'. Seperti yang dilakukan Serikat Perempuan Indonesia (Seruni) ranting Untirta yang menggelarnya secara unik.

Jika biasanya pasangan muda memberikan hadiah berupa bunga dan cokelat, namun para wanita muda ini memperingati hari kasih sayang dengan menarikan aksi teatrikal serentak untuk menyuarakan penolakan kekerasan terhadap perempuan.

Dalam aksi menari itu, kaum hawa ini diringi musik berjudul One Billion Rising (OBR), di depan kampus Untirta Pakupatan, Jumat (14/2/2020). Beberapa masyarakat yang berlalu lalang pun terpantau ikut menonton aksi itu.

Selain lagu itu, diputar juga beberapa lirik lagu yang bernada mengkampanyekan penolakan atas kekerasan perempuan, seperti 'Perempuan bukanlah barang', 'Dunia tanpa pemerkosaan' dan 'Lepaskan belenggu (perempuan)'.

Asri Ditia, koordinator aksi mengatakan, aksi itu merupakan bentuk penolakan kaum perempuan yang kerap menjadi objek kekerasan.

"Akhir tahun di Banten tercatat ada sekitar 31 kasus kekerasan terhadap perempuan. Sedangkan di awal tahun, kasus kekerasan terhadap perempuan khususnya anak di Kota Serang ada sebanyak 17 kasus," kata Asri.

Banyaknya kasus kekerasan perempuan tersebut dikarenakan budaya feodal patriarki (menganggap laki-laki lebih utama) masih mengakar di Indonesia, termasuk Kota Serang.

"Jadi itu semua menurut kami bisa diselesaikan dengan menghancurkan sistem yang membelenggu, yaitu budaya feodal patriarki yang masih mengakar saat ini. Contoh orang menganggap sekertaris hanya cocok dengan perempuan," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Seruni ranting Untirta, Ega Khoirunnisa mengatakan, bahwa aksi yang dilakukan saat ini serentak dilakukan se-dunia. Berbagai negara lainnya melakukan hal yang sama dalam rangka melawan kekerasan perempuan dengan menari.

"Kami memandang bahwa kasih sayang terhadap perempuan bukan hanya sebatas coklat, namun juga dengan membangkitkan gelora perlawanan terhadap kekerasan dan pelecehan seksual," singkatnya. (Gat/TN1)

Komentar