Tagih Janji, Warga Kembali Tutup Area Tambang Milik PT Cemindo

PT Cemindo Gemilang. (Dok: semenmerahputih)PT Cemindo Gemilang. (Dok: semenmerahputih)

BAYAH, TitikNOL - Aksi protes pemuda dan warga Desa Pamubulan, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, kepada PT Cemindo Gemilang kembali terjadi. Kali ini, puluhan warga gabungan dari karang taruna, paguyuban RW dan elemen masyarakat peduli Pamubulan, menggelar aksi protes di depan area tambang milik perusahaan itu, Kamis (8/6/2017).

Dalam aksinya, warga membentangkan spanduk yang bertuliskan "Kami meminta janji PT Cemindo Gemilang akan bikin jalan sendiri untuk angkutan clay quary", persis di pintu masuk menuju area tambang. Warga menagih janji PT Cemindo Gemilang yang akan membuat jalan khusus untuk mobilisasi perusahaan.

"Kita tahu bersama, Cemindo sudah berjanji membangun jalan sendiri tanpa memonopoli jalan nasional untuk kepentingan perusahaan. Namun nyatanya mereka tidak menepati janjinya," ujar Ahmad Ludin, selaku ketua Karang Taruna Pamubulan.

Baca juga: Tak Direspon PT Cemindo, Warga Pamubulan 'Ngadu' ke DPRD Banten

Menurut Ahmad Ludin, seharusnya PT Cemindo Gemilang komitmen dengan perjanjian yang sudah disepakati bersama waktu menggelar pertemuan di DPRD Banten beberapa waktu lalu.

Tuntutan sama disampaikan Jumri, selaku ketua paguyuban RW Desa Pamubulan. Dirinya mengaku tidak terima dengan perilaku perusahaan yang cenderung merugikan warga. Dirinya juga meminta, agar jalan khusus yang sebelumnya sudah dijanjikan akan dibangun oleh pihak perusahaan, secepatnya direalisasikan.

"Kami selaku warga tidak terima atas prilaku perusahaan yang telah memperkosa hak kami sebagai rakyat yang punya hak mendapatkan sarana jalan yang layak, karena ini jalan dari uang rakyat. Kami mohon perusahaan untuk segera membuat jalan khusus agar kondisinya tetap tentram dan nyaman," ujar Jumri.

Seperti diketahui, pada tanggal 27 April 2017 lalu, bertempat di gedung DPRD Banten, sejumlah warga mengadukan soal prilaku PT Cemindo Gemilang yang menggunakan jalan nasional untuk kepentingan perusahaan.

DPRD Banten pun kemudian memanggil PT Cemindo Gemilang dan pihak terkait lainnya seperti Kapolres Lebak, BIN Banten, Dirintel Polda Banten, Dishub, BLHD dan perwakilan warga Pamubulan. Dalam rapat bersama tersebut disepakati bahwa PT. Cemindo Gemilang segera membuat jalan khusus tanpa memonopoli jalan Nasional.

Pantauan di lapangan, saat ini kondisi jalan nasional diruas Pamubulan kondisinya sangat memprihatinkan. Sudah hampir empat tahun jalan rusak dan berdebu akibat dominasi monopoli angkutan berat milik semen merah putih. (Red)

Komentar