SERANG, TitikNOL - Kisah pilu harus dialami siswa siswi Sekolah Dasar Negeri (SDN) Ambon, Kecamatan Kasemen, Kota Serang.
Mereka rela duduk di lantai untuk belajar. Tidak ada satu pun meja dan kursi di satu ruang kelas. Kursi dan meja hanya ada untuk guru.
Saat proses belajar, puluhan siswa hanya beralaskan tikar berwarna hijau. Mereka harus menunduk pada saat menulis di buku.
Hal itu diketahui saat Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Serang Budi Rustandi melakukan sidak di lokasi, Rabu (15/11/2023).
Budi mengatakan, belajar dengan cara duduk di lantai menunjukan tidak adanya peningkatan kualitas fasilitas pendidikan.
"Tidak ada peningkatan pendidikan di Kota Serang. Bukan saya menyalahkan, tapi beberapa kali saya menemukan hal-hal seperti ini (belajar di lantai) ketika sidak," katanya.
Ia menegaskan, pemerintah harusnya memiliki program dan rencana kerja untuk memberikan kenyamanan fasilitas pendidikan, terutama sekolah dasar.
Dengan kondisi seperti itu, Pemkot Serang terkesan membiarkan terhadap fasilitas belajar mengajar.
"Kondisi anak-anak sekolah belajar sudah seperti lesehan di rumah makan, harusnya mereka mengerti kondisi ini, jangan malah dibiarkan. Harusnya Dinas Pendidikan punya program dan didukung oleh pemerintah," tegasnya. (Son/TN3)