Jum`at, 4 April 2025

Tak Punya Biaya, Seorang Istri di Lebak angkut Jenazah Suami Pakai Pikap

Foto: Istimewa
Foto: Istimewa

LEBAK, TitikNOL - Video jenazah diangkut menggunakan mobil Pikap viral di media sosial. Kondisi tersebut terjadi di Jalan Simpang – Bayah, tepatnya di Pasir Putih, Kecamatan Cihara me­nuju Cibeber, Sabtu, (17/9/2022).

Informasi diperoleh, jenazah yang dibawa adalah Ayi Hidayat warga Kampung Rabig, Desa Ku­jangjaya, Kecamatan Cibeber.

Karena tak punya biaya, istri Almarhum terpaksa mengangkut jenazah suaminya menggunakan mobil pikap.

"Jadi ada warga sedang naik mobil pikap, ya awalnya kita biasa aja. Tetapi pas melihat secara detail ternyata ibu yang tepat berada di bak mobil sambil membawa payung ternyata sedang memayungi jenazah Almarhum suaminya," kata Ketua Relawan Respek Peduli Lebak Delima Humairo.

Delima menyebutkan saat relawan Respek Peduli memberhentikan ambulance dan menawarkan jenazah untuk di bawa menggunakan Ambulance, keluarga sang isteri Almarhum sempat menolak karena khawatir dipinta biaya.

"Tetapi setelah diberikan penjelasan bahwa ambulance tersebut gratis, akhirnya sang isteri mau jenazah suaminya tersebut dipindahkan ke mobil ambulance untuk di bawa ke rumah duka,"ujar aktivis kemanusiaan di Kabupaten Lebak ini.

Menurut Delima, sebelumnya almarhum mengidap sakit diabetes akut, karena kondisi kritis sang isteri membawa sang suami menunju RSUD Malingping.

Namun disaat perjalanan ke rumah sakit, sang suami menghembuskan nafas terakhirnya dan meninggal dunia. Kemudian isteri almarhum memutuskan untuk kembali pulang, lantaran kondisi suami sudah meninggal dunia.

"Jadi karena sudah meninggal, akhirnya sang isteri almarhum memilih pulang lagi dengan menggunakan mobil Pikap," katanya.

Kejadian seperti serupa kata Delima, memang sering terjadi khususnya di daerah Lebak Selatan, karena akses yang jauh ke rumah sakit, banyak membuat masyarakat memilih cara cepat untuk membawa keluarga yang sakit.

"Ambulance kami tersedia dan masyarakat boleh menggunakannya, jadi bisa kontak relawan yang ada di lapangan. Ini harus menjadi pelajaran ber­sama, jadi jangan ada kasus ini lagi," ujar Delima kepada wartawan. (Gun/TN)

Komentar