Tangkal Penyalahgunaan Narkoba, Anggota Kodim 0623 Cilegon Dites Urine

Anggota Kodim 0623 Cilegon menjalani tes urine di Aula Makodim. (Foto: TitikNOL)Anggota Kodim 0623 Cilegon menjalani tes urine di Aula Makodim. (Foto: TitikNOL)

CILEGON, TitikNOL - Badan Narkotika Nasional (BNN) Cilegon melakukan tes urine terhadap anggota Komando Distrik Militer (Kodim) 0623 Cilegon,Selasa (26/2/2019). Tes urine yang berlangsung di Makodim 0623 Cilegon itu untuk memasikan adanya anggota TNI yang menggunakan narkoba atau tidak.

Berdasarkan pantauan di lokasi, pihak Kodim 0623 Cilegon menunjuk anggotanya yang akan dilakukan tes urine secara acak. Hal itu untuk mengantisipasi adanya anggota TNI yang menghindar dari tes urine yang dilakukan BNNK Cilegon tersebut.

Kepala Staf Kodim ( Kasdim ) 0623, Mayor Inf Dudi Dwiriyadi mengatakan, sosialisasi pencegahan pemberantasan penyalahgunaan peredaran gelap narkona yang disertai tes urine ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan Kodim 0623 Cilegon.

"Tes urine ini setiap triwulan kita laksanakan, itu pun secara acak, anggota juga tidak tahu siapa-siapa orangnya, yang kita tunjuk dan terindikasi menggunakan narkoba itulah yang kita tes urine. Apalagi dalam narkoba itu 6 bulan ke depan aja masih dapat,"ungkap Mayor Inf Dudi, kepada awak media di Makodim 0623 Cilegon, Selasa (26/2/2019).

Mayor Inf Dudi mengungkapkan, tidak ada kata ampun bagi anggota yang terbukti terlibat penyalahgunaan narkoba.

"Kalau terbukti selesai, copot, lepas langsung tidak ada lagi embel-embel karena narkoba ini musuh kita bersama. Jangankan istilahnya terlibat secara langsung, tidak langsung juga walaupun misalkan dia ada di lokasi tertangkap disitu, langsung kita tindak pak, tidak ada kata ampun,"tegasnya.

Sementara itu, Kasi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNNK Cilegon, Nunung Nurhayati mengatakan, tes urine yang pihaknya lakukan ini atas permintaan Kodim 0623 Cilegon. Untuk hasilnya, kata dia, belum ditemukan anggota Kodim yang terindikasi positif menggunakan narkoba.

"Nanti akan kita rekap dulu, kalau pun ada nanti akan kita pelajari lagi. Kalau ada yang terindikasi atau tidak, hasilnya akan kita laporankan kepada pimpinan Kodim. Tapi untuk untuk sementara belum ada yang terindikasi,"katanya. (Ardi/TN2).

Komentar