Terjadi Kerusuhan di Mapolsek Bayah, Nelayan yang Ditangkap Dilepas di Hutan Sawit

Bubun salah seorang nelayan Bayah yang sebelumnya ditangkap tengah memnerikan keterangan kepada sejumlah wartawan, ia mengaku di lepas ditengah hutan sawit di Kecamatan Panggarangan. (Foto: TitikNOL)
Bubun salah seorang nelayan Bayah yang sebelumnya ditangkap tengah memnerikan keterangan kepada sejumlah wartawan, ia mengaku di lepas ditengah hutan sawit di Kecamatan Panggarangan. (Foto: TitikNOL)

LEBAK, TitikNOL - Bubun (39) salah seorang nelayan warga Desa Bayah Timur, Kecamatan Bayah mengaku ditangkap diduga oleh dua oknum aparat Kepolisian yang belum diketahui asal tugasnya itu.

Usai ditangkap dan dibawa dengan menggunakan mobil Avanza berwarna hitam oleh dua orang berpakaian preman dan membawa pistol, dirinya bersama H Anwar bos benur mengaku diturunkan ditengah hutan sawit Kampung Cimampang (Blok Kiara Payung) Desa Panggarangan, Kecamatan Panggarangan.

Selain dirinya dan H Anwar kata Bubun, di dalam mobil Avanza juga terdapat seorang pria yang belum diketahui identitasnya, ia berada di mobil Avanza hitam itu bersama kedua pria diduga polisi.

Kata Bubun, dirinya ditangkap bersama H. Anwar bos benur di pangkalan nelayan di pinggir pantai Bayah di Kampung Jogjogan, Desa Darmasari.

Namun, kemudian diperintahkan turun di tengah hutan sawit setelah mobil Avanza yang membawanya ke arah Kecamatan Panggarangan dikejar warga.

Akan tetapi, satu orang pria yang sebelumnya berada di dalam mobil Avanza berwarna hitam itu tidak diturunkan dan tetap dibawa oleh kedua orang pria diduga polisi tersebut.

"Awal kejadiannya, saya lagi nunggu barang (benur), tahu-tahu saya ditodong pakai pistol sama salah seorang berpakaian preman, terus bicara ke saya jangan kabur kamu, kalau kabur ditembak. Terpaksa saya diam saja," ujar Bubun kepada sejumlah wartawan.

Baca juga: Saat Kerusuhan, Mapolsek Bayah Dikuasai Nelayan

Dijelaskan Bubun, saat diturunkan di area hutan Sawit, terdapat sebuah tas milik H. Anwar bos benur yang berisikan uang sekitar Rp25 juta lebih didalam mobil Avanza hitam yang tidak diberikan oleh kedua pria tersebut yang menangkapnya.

"Waktu dibawa kepala saya ditutupin, saya enggak dapat melihat. KTP punya saya juga KTP punya bos dan uang didalam tas sekitar Rp25 juta lebih dan STNK motor saya juga di bawa,"beber Bubun.

"Mobil itu sempat dihalangin masyarakat di sini (Kampung Jogjogan) waktu bawa saya, kata yang di dalam mobil tabrak aja tabrak. Kedua orang yang membawa saya bawa pistol, tapi waktu nangkap saya sih enggak bilang dia polisi,"ujarnya. (Ryan/Gun/TN2)

Komentar