Terlalu Bising, Warga Keluhkan Belt Conveyor PT. Cemindo

Keadaan rumah warga yang berjarak sekitar beberapa meter dari jalur belt conveyor milik PT. Cemindo Gemilang. (Foto: TitikNOL)Keadaan rumah warga yang berjarak sekitar beberapa meter dari jalur belt conveyor milik PT. Cemindo Gemilang. (Foto: TitikNOL)

LEBAK, TitikNOL - Ratusan Kepala Keluarga (KK) warga Desa Pamubulan, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, mengeluhkan polusi suara dari kegiatan pertambangan PT Cemindo Gemilang. Kebisingan berasal dari Belt Conveyor, alat angkut material batu limestone yang mengangkut material dari tambang batu Quarry ke lokasi produksi pabrik Semen Merah Putih di Desa Darmasari, Kecamatan Bayah.

Belt conveyor ini melintasi empat kampung di Desa Pamubulan. Yakni, RW 11 Kampung Purwodadi Barat, RW 10 Kampung Purwodadi Timur, RW 09 Kampung Sukarasa, terakhir RW 08 Kampung Neglasari.

Royadi (40), warga setempat mengatakan, kebisingan terdengar mulai pukul 06.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB. Rumahnya yang berjarak 20 meter dari jalur conveyor harus tersiksa dengan suara alat pengangkut material itu setiap hari.

"Dulu pernah ada demo ke kantor desa, mempersoalkan masalah kebisingan ini. Tapi nggak ditanggapi PT. Cemindo Gemilang. Keganggu banget lah pak, tapi mau apalagi kami rakyat kecil cuma bisa ngeluh," ujar Royadi, saat ditemui TitikNOL belum lama ini.

Kata dia, di sekitar lokasi rumahnya masih ada 14 rumah warga yang jaraknya hanya belasan meter dari jalur belt conveyor.

"Sama sekali nggak ada perhatiannya dari pabrik semen," ucapnya.

Baca juga: Soal Pertambangan Batu, Ini Kata Manajemen PT Cemindo Gemilang

Sementara itu, Suhandi, mantan Kepala Desa Pamubulan, Kecamatan Bayah, membenarkan bahwa saat dirinya menjabat menjadi Kades pernah didatangi warga untuk unjuk rasa.

"Iya benar, puluhan warga yang terkena kebisingan belt conveyor datang ke kantor desa. Kemudian kami sampaikan ke pihak PT. Cemindo soal tuntutan warga. Tapi sampai sekarang tidak ada kejelasan,” ujar Suhandi saat dihubungi melalui telepon seluler, Kamis (1/9/2016).

“Manajemen PT. Cemindo sempat berjanji akan menyikapi keluhan warga. Mereka juga bicara kalau tanah jalur belt conveyor sudah dibebaskan, karena untuk jalur conveyor,” ujar katanya.

"Ada empat kampung atau empat RW yang terdampak akibat jalur belt conveyor itu," tambah Suhandi.

Terpisah, Manager CSR PT. Cemindo Gemilang Sigit Andriyana, saat dikonfirmasi enggan memberikan tanggapan.

"Kang, saya jawab di WA ya. Punten lagi terima tamu," ujar Sigit melalui pesan singkatnya (Gun/quy)

Komentar