Terlewati saat Kunjungan Mensos, Ibu di Lebak Ini Pasrah Derita Lumpuh

Euis (52) warga kurang mampu di Kampung Beuneur RT04/RW02, Desa Selaraja, Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak - Banten terbaring lemah selama 1 tahun karena menderita kelumpuhan. (Foto: TitikNOL)
Euis (52) warga kurang mampu di Kampung Beuneur RT04/RW02, Desa Selaraja, Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak - Banten terbaring lemah selama 1 tahun karena menderita kelumpuhan. (Foto: TitikNOL)

LEBAK, TitikNOL - Kunjungan Menteri Sosial Idrus Marham dan Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy ke empat anak penderita lumpuh dan gizi buruk di Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak, kemarin, menyisakan kesedihan bagi keluarga lain di wilayah itu.

Mereka adalah pasangan keluarga miskin bernama Rukman (56) dan Euis (52). Euis istri Rukman hanya bisa terbaring lemah di lantai rumahnya yang beralaskan tikar dan kasur lantai yang sudah lapuk, Euis menderita kelumpuhan sejak satu tahun lalu.

Baca juga: Empat Anak Lumpuh di Lebak Dibawa Mensos ke Rumah Sakit

Penderitaan Euis yang tinggal di Kampung Beuneur RT 04/RW 02, Desa Selaraja, Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak bertambah, sebab meski memiliki Kartu Indonesia Sehat (KIS), ia tidak memiliki biaya sehari-hari jika harus berobat dan dirawat di rumah sakit.

Sekedar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mereka hanya mengandalkan penghasilan suaminya yang bekerja sebagai petugas parkir tidak resmi di kawasan Pasar Sampay, Kecamatan Warunggunung.

"Sebelum seperti sekarang katanya Ibu (Euis) sakit darah tinggi dan sempat jatuh, terus dibawa berobat ke rumah sakit. Sempat bisa jalan waktu itu, tapi sekarang sudah satu tahun ini malah kambuh lagi dan enggak bisa jalan seperti ini," ujar Susi (32) putri pertama pasangan Rukman dan Euis kepada TitikNOL, Rabu malam (14/3/2018).

Baca juga: Temani Mensos Boyong Warga Gizi Buruk ke RS, Andika: Ini Pentingnya Berobat Gratis E-KTP

Menurut Susi, Ibu kandungnya itu tercatat memiliki Kartu Indonesia Sehat (KIS). Namun kata Susi, dirinya tak dapat berbuat banyak jika harus membawa Ibunya berobat ke rumah sakit atau dilakukan rawat inap, sebab kesulitan dana untuk membiayai kebutuhan sehari-hari di rumah sakit.

Kini, Susi dan keluarganya hanya berharap belas kasihan para dermawan dan Pemerintah Kabupaten Lebak untuk kesembuhan orangtuanya itu. Susi berharap, banyak pihak tergugah atas derita yang dialami orangtuanya tersebut.

“Saya dan bapak hanya bisa pasrah. Mudah-mudahan ada orang baik yang mau membantu orangtua saya. Saya juga berharap sekali pemerintah bisa peduli kepada orang kecil seperti kami ini," ungkap Susi.

Kisah memilukan yang di alami Euis dan keluarganya adalah sebuah ironi di tengah-tengah gaungnya program Lebak Sehat dan pesatnya pembangunan di Kabupaten Lebak. (Gun/TN1)

Komentar