LEBAK, TitikNOL - Staf khusus Presiden RI Teten Masduki menegaskan, upaya sekelompok orang mengganti Pancasila jangan dianggap enteng karena berdasarkan sejarah dibentuk oleh masyarakat Indonesia yang beragam.
"Kalau sekarang ada upaya mengganti Pancasila kita tak bisa membayangkan bagaimana NKRI bisa dipertahankan. Karena akan terjadi konflik dan menghabiskan waktu dan energi untuk kembali mengurus persatuan dan kesatuan,"kata Teten Masduki pada acara Rapimnas GMNI di Gedung As Sakinah Jalan By Pass Soekarno - Hatta, Kecamatan Cibadak, Lebak - Banten, Selasa (20/11/2018).
Teten mengungkapkan, sekarang ini sudah saatnya mempersiapkan persaingan antar bangsa.
"Mestinya kita sudah terbang tidak lagi yang dipermasalahkan dan tidak ada gangguan lagi. Kita persiapkan diri bisa bersaing dengan negara lain dalam persaingan global antar negara berkembang,"ucapnya.
Teten mengungkapkan, setiap negara sedang mencari keunggulan domestik masing-masing. Sebagai langkah dalam menghadapi persaingan global.
"Saya kira GMNI menjadi ujung tombak mempersatukan Pancasila,"harapnya.
Sementara, Wakil Bupati Lebak Ade Sumardi mengatakan kader GMNI Lebak memberikan masukan dan saran positif kepada Pemkab Lebak.
GMNI merupakan organisasi pejuang kemerdekaan karena GMNI marhaen lahir sebelum Kemerdekaan.
"Organisasi saat ini, ada organisasi pejuang kemerdekaan dan organisasi penikmat kemerdekaan. Dia (oknum organisasi pengisi kemerdekaan) mengacak-ngacak kemerdekaan ingin negara ini hancur. Mereka mungkin tak tahu maka janganlah memberikan pemahaman ideologi kebangsaan kepada seluruh anak bangsa,"ujarnya.
Wabup Lebak berharap, GMNI tidak tinggal diam. GMNI pelopor keutuhan NKRI dasarnya Pancasila.
"Jadi jangan diam saja, mereka ingin menghancurkan negara ini. Orangnya sedikit tapi ngomongnya luar biasa, pemuda dan pemudi Indonesia tetap solid dan bersatu bahwa kita ingin bermanfaat untuk orang banyak,"tegasnya. (Gun/TN2)