Tidak Jauh dari Kantor Bupati Lebak, Warga Tanam Pohon Pisang di Jalan Rusak

Protes jalan rusak, warga Kelurahan Rangkasbitung Barat, Kecamatan Rangkasbitung, dengan menanam pohon pisang. (Foto: TitikNOL)Protes jalan rusak, warga Kelurahan Rangkasbitung Barat, Kecamatan Rangkasbitung, dengan menanam pohon pisang. (Foto: TitikNOL)
LEBAK, TitikNOL - Protes jalan rusak, warga Kelurahan Rangkasbitung Barat, Kecamatan Rangkasbitung, menanam pohon pisang dan menebar ikan di jalan penghubung antara Kelurahan Rangkasbitung Barat dan Desa Kalanganyar, Kecamatan Kalanganyar, Minggu (1/12/2019).

Aksi ini merupakan bentuk protes yang ditujukan kepada Pemerintah Kabupaten Lebak, yang tidak juga memperbaiki jalan yang rusak di wilayah tersebut.

Oman Rohman (43) salah seorang warga, mengaku jika aksi ini merupakan bentuk kekecewaan terhadap Pemerintah yang lambat tangani jalan rusak.

"Tindakan ini sebagai aksi protes dan keprihatinan masyarakat kepada Pemerintah, karena sudah sepuluh tahun jalan yang rusak dan banyak lubang seperti kubangan kerbau ini tak kunjung diperbaiki. Pemerintah seperti memandang sebelah mata ke lingkungan kami," ujar Oman kepada TitikNOL.

Padahal lokasi jalan rusak ini lanjut Oman, berada tidak jauh dari belakang kantor Pemkab Lebak yang hanya berjarak sekitar satu kilometer.

"Sudah banyak kecelakaan yang dialami warga, khususnya pengendara motor akibat jalan yang rusak dan berlubang seperti kubangan kerbau kalau musim hujan seperti sekarang ini," imbuh Oman.

Hal yang sama dikatakan Hasan, ketua Rt 02/Rw 06 Kampung Rangkasbitung Girang. Menurutnya, warga kecewa dengan janji-janji dari pemerintah.

"Sebagai RT saya sempat dipanggil pihak Kelurahan, katanya Januari 2019 jalan akan dibangun. Kemudian suruh dibentuk KSM, setelah terbentuk. Kemudian rencana itu sudah saya sampaikan ke warga. Tapi sampai Desember ini belum ada tindaklanjutnya. Dan warga kecewa, mungkin aksi protes warga ini akan berlanjut ke kantor DPRD," tukas Hasan. (Gun/TN1)

Komentar