Transaksi Non Tunai di Gerbang Tol Tangerang Merak Baru Capai 66,11%

seremoni pelepasan balon sebagai pertanda kick off transaksi non tunai di Tangerang-Merak. (Foto: Ist)
seremoni pelepasan balon sebagai pertanda kick off transaksi non tunai di Tangerang-Merak. (Foto: Ist)


TANGERANG, TitikNOL - Sejak diberlakukan transaksi non tunai di seluruh gerbang Tol Tangerang - Merak, tercatat sebanyak 66.11% pengguna jalan yang bertransaksi menggunakan uang elektronik.

Demi meningkatkan transaksi non tunai mencapai 100 persen, ASTRA Infra Toll Road Tangerang-Merak kembali menggelar sosialisasi dan edukasi uang elektronik, bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten dan Himpunan bank negara (Himbara) di Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) KM 43 arah Merak, Jumat (6/10/2017).

Sosialisasi ini merupakan bentuk dukungan GNNT di seluruh jalan tol di Indonesia pada Oktober 2017. Elektronifikasi tol ini dilandasi oleh Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia Nomor 16/PRT/M/2017, tentang Transaksi Tol Nontunai di Jalan Tol.

Kepala Divisi Operasi PT Marga Mandalasakti Ega N. Boga mengatakan, keberhasilan 100 persen transaksi nontunai di jalan Tol Tangerang-Merak, adalah sinergi dari pihak perbankan dan pengelola jalan tol.

“Kami memprediksi kebutuhan akan uang elektronik di Tol Tangerang-Merak sampai dengan terealisasinya 100 persen nontunai adalah sebanyak 140,407 kartu atau dibutuhkan sebanyak 11,701 kartu perharinya sampai dengan 12 Oktober 2017 mendatang," jelas Ega.

“Tentunya kami tidak bisa sendiri dalam proses implemetasi 100% transaksi nontunai ini, kami memerlukan komitmen penuh dari pihak Himbara dan BCA dalam pemenuhan uang elektronik. Untuk itu kami terus berkoordinasi kepada Himbara dan Bank BCA juga Bank Indonesia Provinsi Banten untuk terus aktif melakukan penjualan uang elektronik terutama di gerbang-gerbang Tol Tangerang-Merak," lanjutnya.

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Divisi Hukum dan Humas Indah Permanasari mengatakan, bahwa seharusnya Tol Tangerang-Merak juga mendapat perhatian khusus dari pihak perbankan dalam penjualan uang elektronik.

“Sebagai pintu gerbang penghubung Pulau Jawa dan Sumatera, Tol Tangerang-Merak mempunyai peranan penting untuk memberikan edukasi dan sosialisasi transaksi nontunai di jalan tol sehingga dapat berdampak pada pemberlakuan nontunai di ruas tol, terutama di sekitar wilayah Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi-Bandung (JABODETABEKDUNG). Untuk itu komitmen Perbankan dalam penjualan uang elektronik dan pemenuhan kebutuhan uang elektronik pengguna jalan Tol Tangerang-Merak sangat diharapkan,” tutur Indah.

Indah juga menjelaskan, sebagai bentuk dukungan dalam program elektronifikasi tol ini, ASTRA Infra Toll Road Tangerang-Merak melaksanakan berbagai strategi komunikasi yang dibagi kedalam Above dan Below The Line.

“Edukasi dan sosialisasi mengenai uang elektronik konsisten kami lakukan, baik dengan kegiatan menyapa langsung pengguna jalan seperti ini, juga melalui kunjungan kepada instansi perusahanan yang merupakan commuter Tol Tangerang-Merak, perusahaan otorisasi Bus dan ekspedisi untuk memerikan sosialisasi program pemerintah ini. Kami juga memasang spanduk informasi di sejumlah titik lokasi di sepanjang Tol Tangerang-Merak, baik di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) maupun gerbang tol. Juga pada 11 (sebelas) unit Variable Message Signs (VMS) dan Full Color LED yang terpasang pada jalur utama di sepanjang tol dan akses tol Tangerang-Merak,” jelas Indah.

Tidak ketinggalan digital campaign pada media sosial juga dilaksanakan pada layanan twitter @tol_mms dan website www.margamandala.co.id, juga aplikasi mobile petunjuk arah ANAVIGO. Layanan sentral komunikasi juga siap 24 jam untuk memberikan informasi bagi para pengguna jalan pada nomor 0254 207878 dan layanan bebas pulsa 0 800 1 77 78 79. (Red)

TAG mmstol
Komentar
Tag Terkait