Usai Rawat Jalan, Korban Tsunami Asal Tangsel Akhirnya Meninggal

Warga Perumahan Bukit Nusa Indah, saat mengantarkan jenazah almarhum Matori Rasmadi (46), di Tempat Pemakaman Islam Gang Sukma, Serua, Ciputat. (Foto: TitikNOL)Warga Perumahan Bukit Nusa Indah, saat mengantarkan jenazah almarhum Matori Rasmadi (46), di Tempat Pemakaman Islam Gang Sukma, Serua, Ciputat. (Foto: TitikNOL)

TANGSEL, TitikNOL - Catatan panjang korban tsunami Selat Sunda asal Kota Tangerang Selatan, terpaksa harus kembali dirubah. Pasalnya, dalam catatan korban selamat atas nama Matori Rasmadi (46), yang tercatat pada Rabu (26/12/2018) lalu, semula tercantum sebagai korban selamat kini menghembuskan nafas terakhir, Rabu (2/12/2019).

Informasi yang berhasil dirangkum Titiknol berdasarkan catatan korban meninggal warga Tangsel akibat tsunami Selat Sunda sepekan terakhir berjumlah 12 orang. Kendati demikian, dengan dinyatakan meninggalnya Matori Rasmadi (46), korban meninggal warga Tangsel kini menjadi 13 orang.

Pantauan dilokasi, tampak gotong-royong warga terlihat saat jenazah almarhum Matori Rasmadi mulai diberangkatkan dari rumah duka di komplek Perumahan Bukit Nusa Indah menuju masjid Masjid Ar-Raudhah, Jl. Semeru, Perumahan Bukit Nusa Indah, untuk disholatkan hingga peristirahatan terakhir di Tempat Pemakaman Islam Gang Sukma, Serua, Ciputat.

Menurut salah satu warga Perumahan Bukit Nusa Indah, Juliarto mengatakan, almarhum (Matori,red) sebelumnya sempat dirawat di RSUD dr. Dradjat Prawiranegara Serang, dengan mengalami luka serius di kaki dan tubuh lainnya. Kata Juli, pihak keluarga lantas membawa pulang korban untuk rawat jalan.

"Di hasil rontgen Rumah Sakit Serang, Pak Matori dinyatakan tidak mengalami patah tulang. Padahal, kondisi tubuhnya tidak bisa bergerak. Beliau meninggal setelah perawatan dirumah beberapa hari, dan kemarin mengalami sesak nafas langsung dibawa ke Rumah Sakit Bintaro. Dari Rumah Sakit Bintaro, Pak Matori dinyatakan meninggal,"terang Juliarto kepada TitikNOL.

Seperti diketahui, Matori Rasmadi (46), bersama istri bernama Rumisih (44) dan anaknya Nidaul Khusna (16), diketahui turut menjadi korban tsunami Selat Sunda saat berlibur di Pantai Carita Anyer, Pandeglang, pada Sabtu 22 Desember 2018 silam.(Don/TN).

Komentar