Viral di Medsos, Video Pengeroyokan Seorang Remaja Terjadi di Malingping

Video pengeroyokan yang beredar di media sosial. (Foto: TitikNOL)Video pengeroyokan yang beredar di media sosial. (Foto: TitikNOL)

LEBAK, TitikNOL - Video penganiayaan seorang remaja dipukuli bertubi-tubi dan ditendang oleh para pengeroyok tersebar di Medsos group WhatsApp.

Remaja tersebut jadi bulan-bulanan, dikeroyok dan disaksikan banyak remaja lainnya.

Rekaman video berdurasi 00 menit 26 detik itu diduga direkam oleh salah seorang teman korban yang menyaksikan terjadinya pengeroyokan.

Dalam rekaman video itu, nampak terlihat para pelaku pengeroyokan memukuli dan menendang tubuh korban, kepala dan muka hingga korban terkulai tak berdaya.

Dari penelusuran TitikNOL, kasus pengeroyokan tersebut terjadi di perkebunan di wilayah Desa Rahong, Kecamatan Malingping, Lebak - Banten.

Informasi yang diperoleh dari Bedi, Kepala Desa Rahong menyebutkan, video pengeroyokan itu korbannya seorang pelajar Kelas 10 di SMKN 1 Malingping bernama Ridho Gumelar (15) warga Kampung Beyeh RT 11/RW 04 dan korban masih kerabatnya.

Menurutnya, kasus pengeroyokan terhadap korban yang videonya viral di medsos tersebut berawal dari media sosial fesbuk.

Korban iseng inbokan di fesbuk dengan seorang gadis yang belakangan diketahui pacar dari salah satu pelaku.

"Mungkin pacarnya marah mengetahui ceweknya inbokan dengan korban, dia (pelaku) mengajak duel ke korban. Datanglah korban dan terjadi duel, setelah keteter rekan-rekan pelaku ikut memukul dan mengeroyok korban,"ujar Bedi menirukan keterangan korban, Minggu (7/4/2019).

Dijelaskan, kasus pengeroyokan tersebut sudah dilaporkan korban diantar keluarga ke Mapolsek Malingping.

"Kasusnya sudah dilaporkan ke Polsek Malingping beberapa hari kemarin," imbuh Kades Rahong itu.

Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Malingping Polres Lebak, Ipda Aminarto, membenarkan adanya laporan kasus dugaan pengeroyokan yang videonya viral di medsos tersebut.

"Iya, sudah masuk laporannya ke Polsek. Identitas pelakunya sudah diketahui, terduga pelakunya berjumlah empat orang. Para terduga pelaku akan kita panggil untuk dimintai keterangan,"terang Aminarto. (Gun/TN1)

Komentar