Jum`at, 9 Januari 2026

Wabah DBD Serang Warga Kasemen Serang, 10 Orang Terjangkit dalam Dua Minggu

Salah satu warga yang terkena DBD. (Foto: Istimewa)
Salah satu warga yang terkena DBD. (Foto: Istimewa)

SERANG, TitikNOL - Lonjakan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) meneror warga Kampung Jerakah, Kelurahan Warung Jaud, Kecamatan Kasemen, Kota Serang.

Dalam kurun waktu dua minggu terakhir, tercatat sedikitnya hampir 10 warga, mulai dari anak-anak hingga dewasa, harus dilarikan ke rumah sakit akibat gigitan nyamuk Aedes aegypti.

Iroh, salah satu warga Kampung Jerakah, mengungkapkan bahwa penyebaran penyakit ini terjadi sangat cepat sejak wilayahnya diguyur hujan deras dalam beberapa pekan terakhir. Menurutnya, gejala awal yang dialami para korban seringkali mengecoh karena menyerupai demam biasa.

"Awalnya dikira demam biasa, tapi setelah tiga hari panasnya tidak turun, malah semakin tinggi. Setelah dibawa ke rumah sakit, baru ketahuan kalau itu positif DBD," ujar Iroh saat ditemui di kediamannya, Rabu, 7 Januari 2026.

Hingga saat ini, beberapa warga dilaporkan masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit, sementara sebagian lainnya sudah diperbolehkan pulang untuk masa pemulihan.

Warga mengaku kecewa dengan respons cepat pemerintah setempat. Meski kasus ini sudah dilaporkan ke puskesmas terdekat, tindakan yang diambil dinilai belum cukup untuk memutus mata rantai penyebaran nyamuk.

Iroh menyebutkan, pihak terkait sejauh ini hanya memberikan bubuk abate untuk ditaburkan ke dalam bak mandi warga. Belum ada tindakan pengendalian skala besar seperti pengasapan (fogging) atau pemeriksaan jentik secara menyeluruh di lingkungan pemukiman yang menjadi zona merah tersebut.

"Kami sudah lapor, tapi cuma dikasih bubuk (abate) saja. Padahal korbannya sudah banyak, hampir 10 orang. Kami berharap pemerintah segera turun tangan melakukan tindakan nyata sebelum jatuh korban lebih banyak," tegas Iroh.

Kecamatan Kasemen memang menjadi salah satu wilayah yang diwaspadai saat musim penghujan tiba karena kondisi geografis dan kepadatan penduduknya. Warga khawatir jika tidak segera dilakukan tindakan seperti fogging, jumlah penderita akan terus bertambah mengingat intensitas hujan di Kota Serang yang masih tinggi.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas Kesehatan Kota Serang maupun Puskesmas setempat belum memberikan keterangan resmi terkait langkah darurat yang akan diambil untuk menangani klaster DBD di Kelurahan Warung Jaud tersebut.

Komentar