Wali Kota dan Wakil Wali Kota Serang Gagal Divaksin

Wali Kota Serang Syafrudin dan Wakil Wali Kota Serang Subadri Ushuludin usai melakukan skrining kesehatan di RSUD Kota Serang, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang. (Foto: TitikNOL)
Wali Kota Serang Syafrudin dan Wakil Wali Kota Serang Subadri Ushuludin usai melakukan skrining kesehatan di RSUD Kota Serang, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang. (Foto: TitikNOL)

SERANG, TitikNOL - Wali Kota Serang Syafrudin, kembali gagal di vaksin covid19 jenis sinovac. Rencananya, Syafrudin akan divaksin di RSUD Kota Serang, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang pada Selasa (9/2/2021) sekitar pukul 11.30 WIB.

Selain Syafrudin, diagendakan juga vaksinasi kepada Wakil Wali Kota Serang Subadri Ushuludin dan Sekda Nanang Saefudin.

Pantauan di lokasi, Syafrudin melakukan skrining kesehatan pertama oleh dokter RSUD Kota Serang, disusul oleh Sekda Nanang Saefudin dan Wakil Wali Kota Serang Subadri Ushuludin.

Menurut dokter, Syafrudin memiliki riwayat gula darah. Saat pemeriksaan kesehatan tekanannya tinggi, sehingga tidak memungkinkan untuk dilakukan vaksin.

"Tadi diskrining ada 14 pertanyaan, kemudian diperiksa kalau sebelumnya (gagal vaksin) karena darahnya tinggi. Sekarang gula darah tinggi 290 jadi enggak bisa divaksin," kata Syafrudin.

Ia pun mengaku ingin segera divaksin. Namun karena kondisi kesehatan, Syafrudin pun akan menunggu hingga 10 hari kedepan dengan saran dari dokter untuk menjaga pola makan dan tidur.

"Saya pengen segera divaksin biar masyarakat tahu bahwa kepala daerah, sekda OPD di vaksin, tapi saya terkendala itu. Tapi saya ditunda dulu selama 1 minggu 10 hari setelah gula darah ini normal kembali ke sini lagi baru divaksin," ungkapnya.

Selain Syafrudin, Wakil Wali Kota Serang Subadri Ushuludin juga gagal divaksin, lantaran memiliki riwayat jantung koroner.

"Kalau saya tadi kata dokter belum bisa divaksin karena ada riwayat jantung koroner. Bukannya enggak bisa (divaksin), tapi belum ada vaksin yang bisa disuntikan bagi yang memiliki jantung koroner," singkatnya.

Sementara itu, pantauan di lokasi, hanya sekda Nanang Saefudin dan sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang berhasil divaksin. Setelah menjalani observasi selama tiga puluh menit, tidak memiliki efek samping, langsung diberikan surat keterangan sudah divaksin. (Gat/TN1)

Komentar