Warga Bayah Kembali Protes, Desak Aktivitas Pabrik Semen Dihentikan

Spanduk aksi protes sejumlah warga di Kecamatan Bayah yang tergabung dalam Jaringan Masyarakat Peduli Bayah kepada PT Cemindo Gemilang. (Foto: TitikNOL)Spanduk aksi protes sejumlah warga di Kecamatan Bayah yang tergabung dalam Jaringan Masyarakat Peduli Bayah kepada PT Cemindo Gemilang. (Foto: TitikNOL)

BAYAH, TitikNOL - Sejumlah warga di Kecamatan Bayah yang tergabung dalam Jaringan Masyarakat Peduli Bayah, melakukan aksi protes kepada PT Cemindo Gemilang, pabrik semen merk Merah Putih yang ada di wilayah itu.

Dalam aksinya, warga membentangkan spanduk besar bertuliskan "Merusak Alam=Membunuh Manusia, Hentikan Aktivitas Cemindo" di jembatan Bayah.

Aksi ini ini juga dipicu oleh adanya abu clingker (bahan pembuat semen) yang mengganggu warga sejak empat hari lalu, yang berasal dari aktivitas dermaga khusus milik Cemindo Gemilang.

"Spanduk besar ini merefresentasikan protes kami, karena selama ini Cemindo Gemilang telah lalai dalam melakukan aktivitasnya. Sehingga terbukti akibat kelalaianya, menimbulkan kerugian terhadap warga Bayah. Banyak sumber mata air hilang, kerusakan ekosistem laut sehingga berpengaruh terhadap menurunnya hasil tangkapan nelayan, polusi udara yang berkepanjangan, pembuangan limba beracun dan kerusakan lingkungan lainnya," ujar Henriana Hatra, salah satu pendemo, Senin (19/8/2019).

Atas kelalaian dan kesewenangan perusahaan tersebut, JMPB menuntut agar menghentikan aktivitas di dermaga Cemindo Gemilang, sampai ada jaminan bahwa kebocoran tidak terjadi lagi.

Lalu, warga juga meminta agar dikembalikan fungsi daerah resapan air untuk sumber mata air di Desa Darmasari, Kecamatan Bayah. Kemudian, warga mendesak agar dipasang alat pengukur dan pendeteksi polusi udara dan air di Kecamatan Bayah.

Warga juga mendesak adanya upaya pengembalian fungsi ekosistem laut yang rusak, akibat aktivitas kapal pengangkut batubara dan bahan lainnya. Terakhir, warga mendesak agar perusahaan melakukan permintaan maaf secara terbuka kepada warga terdampak polusi debu, yang berasal dari aktivitas dermaga. (Red)

Komentar