Minggu, 14 Juli 2024

Warga di Ciwandan Keluhkan Bau Menyengat hingga Bikin Mual

Warga saat mendatangi PT Tereos terkait bau menyengat. (Foto: TitikNOL)
Warga saat mendatangi PT Tereos terkait bau menyengat. (Foto: TitikNOL)

CILEGON, TitikNOL - Warga sekitar pabrik PT Tereos FKS Indonesia di Ciwandan, Cilegon mengeluhkan bau menyengat yang menyebabkan pusing hingga mual. Mereka menyebut bau tersebut berasal dari tumpukan limbah pabrik.

Warga sekitar pabrik khususnya di Lingkungan Lijajar, Kelurahan Tegalratu, Kecamatan Ciwandan mengeluhkan bau tersebut sejak sepekan terakhir, warga merasa terganggu.

Bau menyengat itu membuat warga tak bisa tidur lantaran baunya semakin menyengat terutama saat malam hari.

"Kalau siang agak ringan baunya, tapi kalau tengah malam baunya beneran menyengat, anak-anak saya juga nggak bisa tidur karena baunya menyengat. Kepala pusing, muntah-muntah, tenggorokan sakit terus mual-mual baunya ini," kata warga Lijajar, Susilawati, Jumat (3/3/2023).

Susilawati mengungkapkan, permasalahan bau ini dalam sepekan terakhir kadang tercium kadang tidak. Namun, saat malam hari, bau terasa lebih menyengat hingga mengganggu jam tidur warga sekitar.

"Sudah semingguan ini (baunya) kadang muncul kadang nggak. Tapi kalau malem itu kecium banget," jelasnya.

Warga lain, Sanwani mengatakan, permasalahan bau kerap kali terjadi namun tak kunjung ada solusi.

Dia mengatakan, sebelum berganti nama menjadi PT Tereos FKS Indonesia, pabrik pengolahan jagung awalnya bernama PT Suba Indah kemudian berganti menjadi PT Redwood hingga sekarang menjadi PT Tereos FKS Indonesia. Namun permasalahan bau menyengat ini kerap terjadi.

"Ini dari zaman Suba Indah, Redwood sampe Tereos ini yang dikeluhkan pasti baunya. Makanya kita datang ke pabrik buat minta pertanggung jawaban," ungkap Sanwani.

Sanwani mengatakan, berkaca dari masalah yang dulu. Dia menuding pabrik pengolahan jagung tersebut kerap kali menumpuk limbah hasil olahannya hingga menyebabkan bau menyengat.

"Karena pabrik ingin untung gede akhirnya ditumpuk-tumpuk. Kalau mau ditangani secara maksimal mah tinggal panggil PPLI (Prasadha Pamunah Limbah Industri)," katanya.

Sementara, Humas PT Tereos FKS Indonesia, Priyo Utomo mengatakan, pihaknya akan menelusuri sumber bau yang dikeluhkan warga tersebut. Pihaknya akan menindak lanjuti keluhan warga tersebut.

"Tentunya akan kita tindak lanjuti, sebagai wakil manajemen tentunya akan berusaha semaksimal mungkin jika memang betul itu baunya dari kita. Keluhan masyarakat kita terima dengan lapang dada," ujarnya.

Pihaknya akan berdiskusi dan mengecek seluruh bagian pabrik untuk menindak lanjuti keluhan warga tersebut.

"Kita akan berdiskusi dengan bagian produksi, utility untuk me-review ulang bener nggak nih, ya kita akan cek seluruhnya. Sebenarnya kita sudah cek beberapa hari ya, karena sebenarnya perusahaan nakal itu nggak boleh," pungkasnya. (Ardi/TN3).

Komentar