Warga Keluhkan Asap Batu Bara PT Cemindo Gemilang yang Menyengat

Kapal tongkang yang memuat batu bara, mengeluarkan asap yang menyengat. (Foto: TitikNOL)Kapal tongkang yang memuat batu bara, mengeluarkan asap yang menyengat. (Foto: TitikNOL)

LEBAK, TitikNOL - Polemik yang terjadi pasca berdirinya pabrik semen milik PT Cemindo Gemilang, di Desa Darmasari, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak terus berlanjut.

Kali ini, warga di Kampung Ciwaru, Desa Bayah Barat, Kecamatan Bayah, mengeluhkan asap yang berasal dari batu bara yang terbakar di dalam kapal Tongkang yang terdampar di Kampung Ranca Beureum, yang tidak jauh dari lokasi pemukiman.

Dikatakan Aja Wijaya, tokoh pemuda setempat, asap yang timbul akibat batu bara yang terbakar di atas tongkang, sudah hampir dua minggu mengganggu warga. Selain menimbulkan bau menyengat, warga yang menghirup asap itu pun mengaku sesak napas.

"Kasihan kondisi anak-anak saat ini banyak yang mengalami batuk-batuk akibat menghirup asap tersebut," katanya belum lama ini.

Keluhan sama disampaikan salah satu guru di SMA 1 Negeri Bayah, yang berada tidak jauh dari lokasi kapal tongkang.

Dia menyebut, asap yang ditimbulkan dari batu bara yang terbakar, membuat para siswa dan guru di sekolah itu terganggu.

Sementara sampai saat ini, pihak PT Cemindo Gemilang belum memberikan tanggapan apapun terkait keadaan ini. Padahal, batu bara itu untuk menyuplai kebutuhan produksi perusahaan. (Ryan/red)

Komentar