Kamis, 3 April 2025

Warga Keluhkan Bau Busuk Menyengat dari TPSA Bagendung

Anggota DPRD Cilegon bersama warga saat melihat TPSA Bagendung yang menimbulkan bau menyengat. (Foto: TitikNOL)
Anggota DPRD Cilegon bersama warga saat melihat TPSA Bagendung yang menimbulkan bau menyengat. (Foto: TitikNOL)

CILEGON, TitikNOL - Warga Lingkungan Sambi Buhut, Kelurahan Bagendung, Kecamatan Cilegon, Kota Cilegon, mengeluhkan bau busuk yang menyengat. Warga menyebut, bau busuk itu bersumber dari tempat pembuangan sampah akhir ( TPSA) Bagendung.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, ada tiga lingkungan yang terdampak bau busuk dari TPSA tersebut. Tiga lingkungan itu adalah Sambi Buhut, Lebak Gebang dan Larangan .

Mastuni, Ketua RT 09 RW 04 Lingkungan Sambi Buhut, Kelurahan Bagendung mengatakan akibat bau busuk tersebut kini warga khawatir akan terserang beberapa penyakit. Maka dengan itu kata dia, warga meminta adanya fogging rutin dari Dinas Lingkungan Hidup ( DLH) Kota Cilegon.

"Sebenarnya pihak DLH Kota Cilegon sebenarnya dulu sudah pernah melakukan fogging di pemukiman warga,tapi hampir lima tahun belakangan ini sudah tidak lagi fogging itu ,"ungkapnya Mastuni kepada awak media di TPSA Bagendung, Rabu (21/11/2018).

Mastuni menyebut, lokasi TPSA Bagendung hanya berjarak sekitar 400 meter dari Lingkungan Sambi Buhut." Warga Lingkungan Sambi Buhut yang paling merasakan bau busuk ini,karena jaraknya hanya 400 meter TPSA Bagendung, "ujarnya.

Dengan kondisi ini, Mastuni berharap kepada DLH Kota Cilegon agar menanggapi serius persoalan keluhan warga tersebut.

Sementara anggota DPRD Kota Cilegon, Rahmatullah meminta kepada DLH Kota Cilegon untuk segera turun tangan mengatasi persoalan bau busuk yang bersumber dari TPSA Bagendung.

"Harus ada upaya tindakan dari dinas supaya bau busuk ini bisa berkurang,apapun itu caranya. Karena warga sekarang itu mengeluhkan banyaknya nyamuk, lalat , tikus dan anjing liar yang masuk ke pemukiman warga, " ungkap Rahmatullah saat memantau TPSA Bagendung.

Tidak hanya itu, politisi Demokrat ini juga mengaku kaget setelah mendengarkan aspirasi warga yang menyebutkan tidak adanya fogging di pemukiman warga oleh DLH Kota Cilegon.

"Sebenarnya program fogging setiap tahun itu kalau nggak salah ada, sekali atau dua kali. Warga saya aja yang jauh dari sampah ada fogging, tapi kenapa warga yang lokasinya dekat sampah ini tidak ada fogging,"tandasnya. (Ardi/TN2).

Komentar