Sabtu, 5 April 2025

Warga Miskin 13 Anak di Kabupaten Serang Tinggal di Kandang Kambing

Kondisi memprihatinkan keluarga Sarbini yang tinggal di bekas kandang kambing bersama ke-13 anaknya. (Foto: TitikNOL)
Kondisi memprihatinkan keluarga Sarbini yang tinggal di bekas kandang kambing bersama ke-13 anaknya. (Foto: TitikNOL)

SERANG, TitikNOL - Kehidupan miskin yang melanda keluarga Sarbini, memaksa dirinya dan ke-13 anaknya tinggal di bekas kandang kambing yang tak layak dihuni oleh manusia.

Pria yang ditinggal pergi sang istri karena meninggal dunia lima tahun lalu itu tinggal di kampung Palembangan, Desa Dukuh, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang.

Sarbini mengaku terpaksa tinggal di sebuah lokasi bekas kandang kambing, karena rumahnya hancur pasca kejadian banjir yang melanda wilayahnya lima tahun lalu. Sementara dirinya tidak memiliki biaya untuk membangun rumah kembali.

"Rumah sudah lima tahun lalu ambruk makanya kita tinggal di sini (kandang kambing). Mau gimana lagi, mau bangunnya aja engga punya uang. Saya disini Sejak 91'an, asli orang sini,” kata Sarbini, ditemui di kediamannya, Selasa (1/7/2017).

Namun demikian, Sarbini yang hanya bekerja serabutan itu mengaku tetap berjuang keras agar ke-13 anaknya bisa makan.

”Ya tidur di sini aja semuanya, anak-anak yang kecil sama saya dibekas kandang ayam, kalau yang gede di samping bekas kandang kambing,” ungkapnya.

Meski merasa tidak nyaman tinggal di gubug reot dan bocor saat hujan turun, Sarbini mengaku tidak bisa berbuat apa-apa karena perekonimian yang sulit.

“Saat hujan turun, bocor diberbagai tempat. was-was, khawatir sama anak-anak takut ini ambruk juga,” ungkapnya.

Tak hanya itu, Sarbini yang membutuhkan bantuan pembanguna rumah ini pun, tidak pernah merasakan bangku sekolah. Mirisnya, ke-13 anaknya mengalami hal yang sama karena ketiadaan biaya untuk sekolah.

“Sekolah engga punya biaya. Padahal mah deket sekolahan. Tapi ya saya mah ke anak saya bilang. Di sekolah belajar, di sini (di rumah) juga belajar sama bapak. Saya mah ngajarin anak saya aja,” katanya.

Kendati begitu, ia berharap bisa mendapatkan bantuan dari pemerintah untuk pembangunan rumahnya. (Gat/red)

Komentar