Warga Sebut Tersangka Buka Praktek Ilegal Jarang Bergaul, Rumahnya Ramai Tiap Malam Minggu

Puluhan warga perumahan BAP menyaksikan penggerebekan tersangka pembuka praktek kesehatan ilegal yang dilakukan oleh Polda Banten. (Foto: TitikNOL)
Puluhan warga perumahan BAP menyaksikan penggerebekan tersangka pembuka praktek kesehatan ilegal yang dilakukan oleh Polda Banten. (Foto: TitikNOL)

SERANG, TitikNOL - Warga Bumi Agung Permai (BAP) I, Kelurahan Unyur, Kecamatan Serang, Kota Serang dikejutkan dengan penggerebekan praktek kesehatan ilegal di rumah tersangka NON (25).

Pasalnya, merek tidak tahu jika ibu dari dua anak itu membuka praktek kesehatan. Terlebih, tersangka dan suaminya tidak pernah bergaul dengan masyarakat sekitar.

Salah tetangga NON, Untung mengaku kaget dengan penggerebekan yang dilakukan oleh aparat Kepolisian. Namun, pihaknya telah memiliki pirasat yang buruk sejak dua hari ini, karena banyak mobil yang melewati rumah tersangka.

"Wah kaget saya, dari dua hari kemarin mobil banyak yang datang. Udah lama (tinggal di BAP). Nggak tahu (buka praktek). Tahunya itu cewek-cewek pada kumpul," katanya saat ditemui di lokasi, Rabu (23/9/2020).

Baca juga: Soal Buka Praktek Ilegal, Polisi: Tersangka Tidak Tamat Sekolah Perawat

Ia mengatakan, tersangka telah memiliki dua anak yang masih kecil. Dalam kesehariannya, NON juga diketahui jarang bergaul dengan warga sekitar.

"Apaya, dia jarang bergaul disini. Jadi suka ada aja anak-anak, pemuda, perempuan datang ke rumahnya. Kadang malam minggu," ungkapnya.

Menurut Untung, rumah yang ditempati tersangka setiap malam selalu gelap. Warga sering menjumpai rumahnya ramai pada akhir pekan oleh tamu yang didominasi perempuan muda.

Baca juga: Polisi Gerebek Praktek Kesehatan Ilegal di Kota Serang

Ia berharap, tidak ada lagi kasus yang serupa terjadi di lingkungannya. Sebab, hal itu dinilai dapat mencoreng nama baik masyarakat sekitar.

"Malam minggu, malam sabtu pada ramai di rumahnya. Kadang di rumah, kadang ke luar. Kalau malam lampunya mati gitu. Jarang bergaul itu," tukasnya. (Son/TN1)

Komentar