TANGSEL, TitikNOL - Moda transportasi umum Bus Trans Anggrek Circle Line jurusan Terminal Pondok Cabe-Rawa Buntu Serpong PP, dianggap sebagian warga Tangerang Selatan sebagai bus siluman.
Bus yang beroperasi sejak tahun 2015 itu belakangan menjadi perbincangan warga terkait salah satu bus berplat merah itu saat melayani warga tak berhenti ketika distop disebuah halte bus di Pamulang, Selasa (26/2/2019).
Menurut Inun (28), warga Bukit Pamulang Indah (BPI), Pamulang, Tangerang Selatan, justru mengaku tak tahu persis operasional bus gratis tersebut. Bahkan, kata ibu satu anak itu menganggap Bus Trans Anggrek Cirecle Line sebagai bus siluman.
"Kayaknya bus itu bus siluman ya, kadang ada dan kalau ga ditunggu bus itu nongol juga. Saya ga ngerti bus itu bagaimana,"terang Inun saat dijumpai di perempatan Gaplek disela-sela menunggu angkot jurusan muncul.
Warga lain, Yudha (39), justru mengaku sempat menikmati layanan moda transportasi masa tersebut. Ia mengaku memanfaatkan bus tersebut disaat kebetulan saja.
"Pernah saya menikmati Bus Trans Anggrek, itu busnya gratis bang. Saat kebetulan saja sih, tujuan saya kan ke arah villa Dago,"terang Yudha.
Terpisah, salah satu kru bus yang tak ingin namanya disebutkan mengaku dalam sehari bisa melayani penumpang dua sampai tiga kali trayek Terminal Pondok Cabe-Rawa Buntu PP.
Pria yang mengaku sebagai Tenaga Harian Lepas (THL) di Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangerang Selatan, itu pun juga mengaku mengeluhkan terkait gaji.
"Bus ini dua sampai tiga kali PP melayani penumpang dalam sehari, bus ini ada lima dan garasinya didepan Puspitek Serpong. Kalau masalah gaji, saya dibawah honorer bang, statusnya THL dan gajinya cuma Rp1,8 juta. Saya kondekturnya dan itu sopirnya,"katanya saat di seputaran Terminal Pondok Cabe. (Don/TN2).