Wow! Harga Jengkol di Cilegon Melebihi Harga Ayam

Maya sari, salah satu pedagang jengkol yang berada di Pasar Baru Kranggot, Kota Cilegon. (Foto: TitikNOL)Maya sari, salah satu pedagang jengkol yang berada di Pasar Baru Kranggot, Kota Cilegon. (Foto: TitikNOL)

CILEGON, TitikNOL - Tidak adanya pasokan dari petani, membuat harga jengkol di Pasar Baru Kranggot, Kota Cilegon naik hingga Rp50 ribu per kilogram. Bahkan, harga tersebut, melebihi harga ayam potong yang hanya Rp35 ribu hingga Rp37 ribu per kilogramnya.

Menurut Maya sari (32), pedagang jengkol di Pasar Baru Kranggot, sejak awal puasa harga jengkol naik dari biasanya Rp20 ribu menjadi Rp 50 ribu per kilogram.

"Harga jengkol naik karena pasokan dari petani di Mancak dan Anyer (Kabupaten Serang) sedikit," ujarnya, Kamis (16/6/2016).

Dikatakan Maya, tingginya harga jengkol ini sangat berdampak dengan tingkat penjualan. Pasalnya, banyak warga yang enggan membeli setelah mendengar harga jengkol melebihi harga ayam tersebut.

"Orang yang menanyakan jengkol banyak, tapi tidak jadi beli karena harganya mahal. Harus bagaimana lagi, harganya mahal dari petaninya," ungkapnya.

Selain harganya yang mahal, lanjut Maya, dari belasan pedagang jengkol yang biasa berjualan di Pasar Baru Kranggot, hanya tiga lapak pedagang saja yang tetap berjualan. Itupun jengkolnya sedikit.

"Jadi, yang beli jengkol ini rata-rata  orang-orang hobi aja. Tapi kalau pedagang nasi, hampir tidak ada yang beli jengkol, karena harga tidak masuk," tuturnya.

Sementara itu, Herawati salah seorang pengunjung pasar mengaku terpaksa mengurungkan niatnya untuk membeli jengkol.

"Saya tidak jadi beli jengkol, terlalu mahal harganya. Biasanya Rp20 ribu perkilo, tapi ini harganya Rp50 ribu. Mending beli ayam dan sayuran untuk lauk makan," keluhnya. (Ardi/rif)

Komentar