Asep Optimis Rano-Embay Menang Tipis di Real Count

Jubir Tim Pemenangan Paslon Nomor 2 Rano-Embay, Asep Rahmatullah, ditemui di Masjid Raya Albantani, KP3B, Jumat (17/2/2017). (Foto: TitikNOL)Jubir Tim Pemenangan Paslon Nomor 2 Rano-Embay, Asep Rahmatullah, ditemui di Masjid Raya Albantani, KP3B, Jumat (17/2/2017). (Foto: TitikNOL)

SERANG, TitikNOL - Juru Bicara Tim Pemenangan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Banten nomor urut 2 Rano Karno-Embay Mulya Syarief, Asep Rahmatullah, optimistis memenangi pertarungan Pilkada Banten 2017 dengan persentase tipis.

"Asumsi saya bahwa Rano-Embay menang tipis 1 persen," kata Asep, kepada wartawan, Jumat (17/2/2017).

Berdasarkan data real count KPU per 17 Februari pukul 14.47 WIB, Rano-Embay menang di enam kabupaten/kota, yaitu Kota Cilegon memperoleh 104.020 suara atau 57,63 persen. Sedangkan paslon nomor urut 1 WH-Andika mendapat 42,37 persen (data masuk 100 persen). Kemudian, Kota Serang Rano-Embay juga unggul dengan memperoleh 153.612 suara atau 55.50 persen, sementara WH-Andika 44.50 persen dengan 123.161 suara.

Kota Tangsel Rano-Embay unggul dengan 52,29 persen (283.022 suara), sementara WH-Andika 47,71 persen (258.218 suara). Kab. Lebak Rano-Embay 337.757 (57.06 persen), WH-Andika 254.196 suara (42,94 persen), Kab. Pandeglang Rano-Embay 53.66 persen, sedangkan WH-Andika 46.34 persen. Kemudian, Kab. Tangerang, Rano-Embay mendapat 51,08 persen, WH-Andika 48,92 persen.

Sedangkan di Kota Tangerang Rano-Embay hanya mendapat 33.30 persen atau 247.082 suara, sedangkan WH-Andika memperoleh 494.809 suara atau 66,70 persen. Di Kab. Serang, Rano-Embay juga hanya memperoleh 44,70 persen, sementara WH-Andika 55,30 persen.

Saat ini pihaknya masih terus memantau pergerakan persentase suara yang masuk ke KPU.

"Kami pantau terus, belum ada yang klaim menang," tukasnya.

Selain itu, ia juga mengendus ada ketidakberesan di Kota Tangerang. "Kita menang di enam kabupaten/kota. Kalkulasinya kalau enam kabupaten/kota dikalahkan di satu kota berarti ada kecurangan. Bisa saja terjadi namanya juga pilkada. Tanda tanya besar ini, khusus di Kota Tangerang," ungkapnya. (Kuk/Rif)

Komentar