SERANG, TitikNOL - Teka-teki siapa sosok yang bakal mendampingi bakal calon gubernur Banten petahana Rano Karno di Pilgub Banten 2017, kian mengerucut meski masih sedikit misterius. Setidaknya ada tiga nama yang menguat yaitu Sekda Banten Ranta Soeharta, mantan Plt Sekda Banten Asmudji HW, dan mantan Bupati Serang A. Taufik Nuriman (ATN).
Rano sendiri memang masih irit bicara soal calon pendampingnya nanti. Pemeran ‘Si Doel Anak Sekolahan' ini kerap ngeles saat ditanya awak media soal pasangannya. Rano juga tak pernah mengungkap clue atau ciri-ciri bakal cawagubnya. Meski demikian, Rano pernah memancarkan sinyal yang dapat dibaca dari statement Rano Karno yang lebih menginginkan sosok pendampingnya yang paham ilmu pemerintahan, sehingga mengarah pada unsur birokrat.
"Saya memang cari calon wakil yang paham ilmu pemerintahan," kata Rano Karno, saat mengundang Ranta dan Asmudji di rumah dinasnya, belum lama ini.
Jauh sebelum itu, Rano juga sempat berucap bahwa dirinya membutuhkan seorang birokrat. "Ya, saya butuh birokrat," kata Rano, seusai menghadiri rapat paripurna di DPRD Banten, beberapa waktu lalu.
Ranta, Asmudji, dan ATN termasuk 'tamu penting' yang diundang Rano dalam rangka 'audisi' pencarian bakal calon wakil gubernurnya. Nama-nama lainnya yang juga diundang khusus yaitu Walikota Serang Tb Haerul Jaman, Walikota Tangerang Arief R Wismansyah yang diwakili Ketua Demokrat Banten A'eng Haerudin, Ketua Dewan Riset Daerah (DRD) HMA Tihami.
Menilik ketiga sosok yang disebut-sebut berpeluang kuat mendampingi Rano Karno, setidaknya ada dua figur yang secara jelas berlatar belakang birokrat, yaitu Ranta Soeharta dan Asmudji.
Ranta dan Asmudji tentu saja familiar di kalangan birokrasi Banten. Ranta bisa dikatakan sebagai otak dari berjalannya pemerintahan Provinsi Banten. Ranta juga "terpaksa" harus tampil mewakili gubernur dalam setiap kegiatan-kegiatan baik di internal maupun luar daerah mengingat Rano Karno bekerja sendirian di kursi gubernur tanpa adanya wakil.
Nama Ranta memang tidaklah se populer tokoh-tokoh yang diundang Rano ke rumah dinasnya. Namun, lagi-lagi ada clue yang disampaikan Rano saat mengundang Ranta.
"Bisa saja kalau dia (Ranta) mau, kalau diizinkan," kata Rano, saat ditanya soal sosok birokrasi yang paham ilmu pemerintahan (27/8/2016).
Selanjutnya Asmudji HW. Adalah sosok birokrat yang sudah mengabdikan separuh hidupnya yakni selama 37 tahun mengabdi di Banten sampai pensiun di November tahun 2014. Asmudji adalah spesialis penjabat, mulai dari 1 tahun sebagai penjabat Wali Kota Serang, 6 bulan penjabat Bupati Pandeglang, dan pelaksana tugas Sekda Banten. Asmudji juga pernah menjabat sebagai ketua panitia seleksi jabatan Sekda Banten.
Sementara, ATN tak bisa dianggap sebelah mata meski dilihat dari latar belakangnya bukan dari kalangan birokrat. Purnawirawan TNI ini sejak tahun 2000 mengawali karier sebagai wakil Bupati Serang hingga 2005. Soal ilmu pemerintahan pria 62 tahun ini juga cukup berpengalaman karena kepemimpinannya berlanjut setelah terpilih menjadi Bupati Serang periode 2005-2010 dan kemudian berlanjut di periode selanjutnya 2010-2015.
Ketua DPD PDIP Banten HM Sukira mengatakan, siapapun yang akan menjadi pendamping Rano Karno di Pilgub Banten adalah sebuah keputusan yang tentu atas hasil pertimbangan yang matang.
"Soal nama-nama yang sudah mengerucut itu sah-sah saja, yang jelas kamai kami di DPD sudah menghantarkan hasil survei ke DPP dan mekanisme penjaringan dengan menyodorkan empat nama, itu yang kita hargai. Persoalan nanti yang jadi cawagub dari luar itu ya itu kewenangan DPP, tidak jadi soal," tukasnya. (Kuk/rif)