Jelang Pilgub Banten 2017

Di Tengah Ancaman Sabotase Kunjungan, Rano Karno: Mari Jaga Persaudaraan

Calon Gubernur Banten Rano Karno dikerumuni warga saat melakukan kunjungan ke Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang. (Foto: TitikNOL)
Calon Gubernur Banten Rano Karno dikerumuni warga saat melakukan kunjungan ke Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang. (Foto: TitikNOL)

TANGERANG, TitikNOL – Pengguna media sosial Facebook, dihebohkan dengan beredarnya salinan obrolan grup WhatsApp (WA) bernama Tangerang Bersatu, yang berisi percakapan tentang rencana penolakan kunjungan Calon Gubernur Banten nomor urut 2 Rano Karno ke Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang.

Bocoran rencana pengusiran itu berkembang menjadi viral di kalangan netizen sejak Rabu (29/12/2016) malam. Informasi yang diperoleh dari kalangan netizen, seseorang yang namanya tercantum sebagai Ari Armansyah dari nomor 081283096XXX menulis; "Rano mau kunjungan ke kronjo jadi SIAP KAN MOTTO Usir dan Larang Rano karno ke Kronjo.." Dalam screenshots yang menyebar di kalangan netizen itu, Ari Armansyah juga sempat menyebut dua nama lurah, Syamsul dan Trisno.

Rencana untuk melakukan sabotase dan penolakan itu kontan memicu reaksi negatif dari kalangan aktivis prodemokrasi dan akademisi. Ray Rangkuti menyebut, rencana tersebut sebagai contoh buruk dalam agenda pembangunan demokrasi di Banten.

"Demokrasi itu memberi jaminan kepada semua pihak yang berkontestasi untuk menyuarakan pandangan, sikap dan pemikirannya. Dengan demikian tak ada alasan, baik politis maupun hukum yang bisa membenarkan tindakan penghadangan seperti itu. Perilaku buruk masa lalu untuk memusnahkan kemajemukan tidak boleh diteruskan. Adu program itu mulia, sementara adu otot itu adalah perilaku nista," ujar Ray kepada wartawan.

Sementara itu, dosen FISIP UI Aditya Perdana, menyayangkan itikad tak patut itu. Dirinya menyebut jika hal itu sebagai pembusukan terhadap demokrasi.

"Perilaku seperti itu tak ubahnya manusia yang hidup di zaman batu. Demokrasi itu mensyaratkan sikap dan perilaku yang waras dalam berdemokrasi," katanya.

Aditya juga menyayangkan jika sejumlah politisi yang namanya tercantum dalam grup itu tak berupaya menegur atau menghentikan konspirasi jahat itu.

Dalam bocoran yang tersebar di kalangan netizen itu memang tercantum sejumlah nomor diduga milik nama politisi senior dan tim sukses paslon nomor 1 seperti Ratu Tatu Chasanah, Media Warman, Bahrul Ulum dan Jazuli. Sementara Ari Armansyah yang mengeluarkan ajakan untuk menolak Rano tercantum sebagai admin dalam grup tersebut.

Setelah rencana sabotase itu beredar, Rano tetap melanjutkan rencananya mengunjungi kawasan Kronjo. Warga yang hadir menyambut Rano terlihat begitu antusias. Tokoh masyarakat setempat ikut menunjukkan dukungannya pada Rano yang memang sudah ditunggu kehadirannya oleh warga Kronjo.

Dalam kesempatan itu Rano mengajak masyarakat untuk mengedepankan persaudaraan di antara sesama. Rano meminta kepada segenap masyarakat untuk menjaga keamanan dan ketertiban.

"Jangan biarkan kita dipecah belah oleh pihak-pihak yang tak ingin kita hidup dalam damai. Mari jaga pertalian persaudaraan di antara kita. Bukan zamannya lagi kita mengedepankan cara-cara yang tak patut. Inilah saatnya kita membuktikan warga Banten adalah warga yang beradab, santun, dan mampu menjaga tradisi yang diwariskan para sultan sebagai wilayah yang mampu menegakkan iman dan taqwa," tukasnya. (Red)

Komentar