Diusung Gerindra, Nasarul Ulum Dibayangi Pemecatan Golkar

Ketua DPD Golkar Kabupaten Serang Fahmi Hakim. (Foto: TitikNOL)
Ketua DPD Golkar Kabupaten Serang Fahmi Hakim. (Foto: TitikNOL)

SERANG, TitikNOL - Kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kabupaten Serang semakin memanas. Pasalnya, rahim kader dari partai Golkar antara Nasrul Ulum dengan Ratu Tatu Chasanah akan beradu memperebutkan kursi Bupati Serang periode 2020-2025.

Mengingat, bahwa Nasrul adalah kader Golkar dan sedang menduduki kursi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Serang. Sedangkan Tatu, selain sang petahana, dia juga merupakan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar Provinsi Banten.

Dampak dari itu, isu pemecatan terhadap Bakal Calon (Balon) Nasrul Ulum mencuat di publik. Mengingat, Nasrul yang merupakan kader partai Golkar itu nekat merebut kekuasaan dari Ketua partainya sendiri.

Polemik itu semakin kuat setelah Nasrul mendapat rekomendasi dari partai Gerindra untuk maju sebagai Balon Bupati Serang. Terlebih, Nasrul dikabarkan telah mendapatkan Kartu Tanda Anggota (KTA) dari partai besutan Mentri Pertahanan Prabowo Subianto.

Saat dikonfirmasi Rabu, (17/06/2020), Ketua DPD Gerindra Banten Desmond J. Mahesa tidak menampik kabar tersebut. Bahkan menurutnya, terhitung Balon mendaftar di penjaringan Gerindra hingga diterbitkan surat rekomendasi penetapan, Nasrul sudah bukan lagi kader partai Golkar.

"Iya untuk Nasrul Ulum itu terhitung sejak dia mendaftar dan kami bilang bahwa harus melepaskan identitas partai lamanya. Dan beliau sudah bukan kader Partai Golkar lagi karena sudah ada SK dari Gerindra dan kami juga sudah memberikan secara simbolik Kartu Anggota lah begitu ke Nasrul Ulum," katanya.

Ia berujar, pemilihan Nasrul untuk mewakili Gerindra telah melalui mekanisme kepartaian. Disamping, belum ada kader internal yang memiliki kapasitas untuk melawan kekuatan petahana.

"Iya kamibukannya tidak mau mengusung kader internal, karena posisinya sedang Covid-19 dan secara finansial mereka pun merasa belum sanggup," ungkapnya.

Menanggapi hal itu, Ketua DPD Golkar Banten Tatu Chasanah enggan berkomentar lebih jauh. Pihaknya menganggap, keputusanpolitik yang diambil kadernya itu untuk memilih partai lain merupakan hak secara pribadi.

Tatu lebih memilih bersikap dewasa dalam menentukan arah kebijakan. Terlebih, dirinya juga adalah salah satu konstestan dalam Pilkada Kabupaten Serang.

“Ya itu haknya partai Gerindra tidak maslah, semua partai punya haknya. Tidak menjadi persoalan. Kalau pak Nasrul Ulum mekanisme di Golkar sudah jelas dari DPD Kabupaten baru ke DPP. Sudah ada patsun yang tidak patuh ada mekanismenya. Nggak boleh saya menjawab, nanti obsite. Silahkan tanya sama ketua Kabupaten Serang,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua DPD Golkar Kabupaten Serang Fahmi Hakim mengaku pernah melakukan pemanggilan terhadap Nasrul sekira 4 bulan yang lalu. Hingga kini, Golkar sedang melakukan mekanisme kepartaian tentang indisipliner kader.

Ia menjelaskan, tidak ada surat pengunduran diri dari Nasrul Ulum untuk berlabuh ke partai lain. Namun yang jelas, jika seorang kader sudah tidak ikut lagi terhadap patsun serta keputusan partai, maka dinyatakan telah mengundurkan diri secara otomatis.

“Saya kutip stetmen Ketua DPD Gerindra bahwa Nasrul Ulum saat pendaftaran sampai hari ini sudah pemberian KTA Gerindra. Maka dengan itu tentunya sesuai AD/ART partai, sesuai PO 07 DPP Golkar yang hari ini mekanismenya sedang berjalan. Secara otomatis ketika ada kader Golkar punya KTA partai lain, dengan sendirinya telah mengundurkan diri dari Golkar,” tegasnya.

Menurut Fahmi, proses Pilkada 2020 sudah melakukan mekanisme terbuka dan transparan kepada seluruh partai Golkar. Nyatanya pada saat rapat pimpinan, hanya ada satu nama calon yang diusung Golkar. DPP telah memutuskan kepada Ratu Tatu dan Pandji.

“DPD Golkar sedang melakukan mekanisme, pertama adalah melalukan proses Pleno di DPD, nanti di sampaikan ke DPD 1 dan akan disampaikan ke DPP. Karena proses pencabutan KTA di tingkat DPP. Sudah di sampaikan ke DPP tentang pencopotan dari kader Golkar,” tuturnya.

Tidak hanya akan kehilangan seragam jas berwarna kuning, Nasrul juga bakal kehilangan kursi kekuasaannya sebagai wakil rakyat di DPRD Kabupaten Serang. Kemungkinan besar, Nasrul akan dilakukan Penggantian Antar Waktu (PAW) oleh Golkar karena telah membelot ke Gerindra.

“Proses PAW sedang kami lakukan dalam proses jenjang mekanisme DPP. Tentunya secepatnya. Semuanya kami tahu tapi belum di buktikan KTA,” ungkapnya.

Ia mengklaim, bahwa barisan kader Golkar dalam kondisi baik-baik saja, tidak ada perpecahan sedikitpun. Semua kader sepakat untuk memenangkan kader terbaik Golkar Banten yakni Ratu Tatu Chasanah sebagai Balon Bupati Serang.

“Tidak ada, Golkar solid dari tingkat Desa dalam rangka memenangkan Ratu Tatu. Tidak ada perpecahan, semua solid karena pak Nasrul Ulum sudah keluar dari Golkar,” tukasnya. (Son/TN1)

Komentar