Haerul Jaman Curhat di Medsos Usai Dicopot dari Plt Golkar Kota Serang

Wali Kota Serang, Tubagus Haerul Jaman. (Dok:net)Wali Kota Serang, Tubagus Haerul Jaman. (Dok:net)

SERANG, TitikNOL – Plt Ketua DPD II Golkar Kota Serang, Tb Haerul Jaman, mencurahkan unek-uneknya di media sosial Facebook, usai dirinya diberhentikan dari jabatannya oleh Ketua DPD I Golkar Banten, Ratu Tatu Chasanah.

Keluhan Jaman ditulis dalam akun Facebook bernama Tubagus Haerul Jaman. Dalam tulisan itu, Jaman mengungkapkan kekecewaannya kepada keputusan Ketua DPD I Golkar Banten.

"Dinamika perkembangan politik menjelang Pilgub Banten 2017 membawa beberapa pihak ketakutan dalam persaingan sehat dan demokratis,” tulis Akun Facebook dengan nama Tubagus Haerul Jaman itu.

Tak hanya itu, Jaman pun meluapkan kekesalan atas pemecatannya dengan menuliskan kata-kata perbuatan yang dzalim kepada dirinya.

“Mengenai pemecatan saya sebagai pelaksana tugas (Plt) Ketua DPD Kota Serang, secara sepihak tanpa ada musyawarah dan tanpa cara yang demokratis, sungguh dzalim, ironis dan menyedihkan. Mengingat negara Indonesia sanagat mejunjung tinggi nilai musyarawah dan adab demokratis,” tulis lanjutan di akun facebook tersebut.

Di akhir tulisannya, Jaman mengaku akan terus berjuang sampai titik darah penghabisan untuk melawan kedzaliman.

“Saya ikhlas, sabar dan terus akan berjuang sampai titik darah penghabisan, melawan kedzaliman, bekerja sekuat tenaga, mengabdi untuk Banten dengan cara yang baik dan bijaksana. Semoga Allah SWT senantiasa beserta orang yang sabar, ikhlas dan orang yang terdzalimi, Amin,” tandas status tersebut.

Baca juga: Haerul Jaman: Tatu Pecat Saya untuk Dukung Andika Hazrumy

Tulisan yang ada di akun Facebook bernama Tubagus Haerul Jaman itu senada dengan pernyataan Jaman kepada awak media, saat mengembalikan berkas ke DPD PAN Banten.

“Ini hanya untuk kepentingan pribadi Ketua DPD Golkar (Ratu Tatu Casanah),  tentunya memuluskan tujuan-tujuan pribadinya. Ini langkah yang kurang bagus, karena pencopotan tersebut tidak dilakukan sesuai peraturan seharusnya, Ini contoh yang tidak baik yang dilakukan ketua DPD,” kata Jaman Selasa siang. (Meghat/red)

Komentar