Jelang Pilwakot Serang 2018

Ini Empat Nama yang Disiapkan Koalisi Rumah Kita untuk Dampingi Ranta

Bakal calon Wali Kota Serang, Ranta Soeharta. (Dok: katabanten)Bakal calon Wali Kota Serang, Ranta Soeharta. (Dok: katabanten)

SERANG, TitikNOL - Partai politik (parpol) yang tergabung dalam koalisi Rumah Kita, mulai menggodok calon Wakil Wali Kota Serang yang akan mendampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Banten Ranta Soeharta, di Pilkada Kota Serang 2018.

Bahkan, empat nama dikabarkan masuk bursa, dua di antaranya politisi, satu birokrat dan satu akademisi atau tokoh pendidikan. Dimana, keempat nama itu disodorkan oleh parpol pengusung.

“Di antaranya ada yang disodorkan oleh parpol pengusung. Ada empat nama, Dua politisi, satu birokrat dan satu lagi tokoh pendidikan di Kota Serang atau akademisi,” kata Kata Ketua Koalisi Rumah Kita Miptahudin, Rabu (13/9/2017).

Ketua DPW PKS Banten ini juga mengatakan, PKS sendiri sudah menyodorkan kader internal yaitu Najib Hamas sebagai calon pendamping.

"Dalam deklarasi kemarin sudah saya sampaikan, bahwa masing-masing partai menyodorkan nama untuk posisi wakil. Begitu juga parpol lainnya yang akan bergabung, juga menyorodkan nama,” ungkapnya.

Nantinya, nama-nama yang disodorkan oleh parpol pengusung itu akan digodok. Miptahudin juga mengakui, tidak semua nama yang disodorkan bisa diakomodasi, sehingga ada kriteria yang disepakati parpol pengusung terkait pendamping Ranta.

”Kriteria itu salah satunya menyangkut kapasitas. Intinya, kami ingin wakil nanti bisa mengimbangi Pak Ranta sebagai birokrat yang memiliki kapasitas sangat mumpuni. Artinya bisa saling mengisi, secara konsep, pemikiran dan juga komitmen membangun Kota Serang,” lanjutnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, keempat nama calon pendamping yang digodok koalisi Rumah Kita adalah Anggota DPRD Banten dari PKS Najib Hamas, Wakil Ketua DPRD Banten dari Partai Demokrat Nuraeni, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Syafrudin dan akademisi/ tokoh pendidikan yang juga pemilik Yayasan Iniversitas Serang Raya (Unsera), Mulya Rahayu Rachmatullah. (Gat/red)

Komentar