Jabatan Ketua DPC Demokrat Kota Cilegon Diganti

Plt DPC Partai Demokrat Kota Cilegon, Muhammad Haris Wijaya saat memberikan keterangan pers di salah satu rumah makan di Kota Cilegon. (Foto: TitikNOL)Plt DPC Partai Demokrat Kota Cilegon, Muhammad Haris Wijaya saat memberikan keterangan pers di salah satu rumah makan di Kota Cilegon. (Foto: TitikNOL)

CILEGON, TitikNOL – Koordinator Depolhukam DPP Partai Demokrat Muhammad Haris Wijaya, ditunjuk menjadi Pelaksana tugas Ketua DPC Partai Demokrat Kota Cilegon. Penunjukan dilakukan, setelah ketua sebelumnya yakni Sonhaji mengundurkan diri.

Ditemui saat menggelar jumpa pers di salah satu rumah makan di Kota Cilegon Rabu (4/1/2017), Muhammad Haris mengaku prihatin dengan kepengurusan DPC Partai Demokrat Kota Cilegon saat ini. Hal yang disorotinya yakni adanya pengurus di tingkat cabang yang sudah tidak aktif lagi.

"Perlu diketahui sekarang itu dari 8 PAC se Kota Cilegon, hanya 3 PAC yang masih aktif, sedangkan 5 PCA lainnya sudah tidak aktif lagi," ungkap Haris kepada wartawan.

Haris menjelaskan, tiga PAC Partai Demokrat yang hingga kini masih aktif adalah PAC Purwakarta, Ciwandan dan Jombang. Sementara PAC yang tidak aktif yakni Cibeber, Cilegon, Citangkil, Grogol dan Pulomerak.

Setelah ditunjuk Plt Ketua DPC Partai Demokrat Kota Cilegon, Haris mengaku akan segera membenahi struktur kepengurusan partai di tingkat PAC. Haris juga akan mencari sosok tokoh-tokoh yang berpengaruh, untuk mengisi posisi ketua PAC-PAC yang kini sudah tidak aktif .

"Saya akan mencari tokoh untuk menduduki posisi ketua PAC supaya Demokrat ke depan bisa lebih besar lagi di Kota Cilegon," ujarnya.

Sementara itu, mantan Ketua DPC Demokrat Kota Cilegon Sonhaji mengungkapkan alasan pengunduran dirinya. Menurutnya, kesibukannya di luar kota, membuat dirinya sudah tidak bisa berkonsentrasi lagi memegang jabatan sebagai Ketua DPC Demokrat Kota Cilegon.

Sonhaji pun menegaskan, jika pergantian di tubuh partai berlambang bintang merci bukan karena adanya persoalan, melainkan hanya penyegaran di Partai Demokrat.

"Pergantian tidak ada persoalan yang lain-lain dan ini merupakan hal yang normal dan penyegaran demi kebesaran Partai Demokrat itu sendiri," tukasnya. (Ardi/red)

Komentar