Kepala Bapenda Tangsel Lolos Jeratan Pelanggaran Kampanye

Dadang Sofyan saat diwawancarai wartawan. (Foto: TitikNOL)Dadang Sofyan saat diwawancarai wartawan. (Foto: TitikNOL)
TANGSEL, TitikNOL - Kepala Bapenda Tangerang Selatan (Tangsel), Dadang Sofyan, akhirnya dapat bernafas lega usai menghadiri panggilan Bawaslu. Dadang Sofyan dianggap lolos dari jeratan dugaan pelanggaran pemilu oleh Bawaslu Tangsel.

Ketika dikonfirmasi, Dadang Sofyan mengaku lega telah menghadiri undangan pemanggilan yang dilakukan Bawaslu Tangsel. Awalnya, Dadang diduga melakukan pelanggaran kampanye atas netralitasnya sebagai ASN.

"Iya tadi penuhi panggilan Bawaslu untuk memberikan klarifikasi soal kegiatan agenda Bapenda sosialisasi SIMPLE itu. Tadi ada beberapa pertanyaan yang diberikan oleh Bawaslu, kehadiran ini juga untuk menghindari fitnah soal pelanggaran pemilu," kata Dadang Sofyan saat dikonfirmasi di Bawaslu, Jum'at (23/3/2019).

Dadang menyebut, agenda sosialisasi SIMPPLE yang dipersoalkan di Komplek Perumahan Panorama Serpong, Jalan Raya Puspitek, Kelurahan Bakti Jaya, Kecamatan Setu, pada Minggu (10/3/2019) lalu, menurutnya sudah menjadi agenda rutin dari Bapenda.

"Itu acara rutin ya, dan acara itu agenda Bapenda karena jelas memakai APBD," tuturnya.

Ketika dikonfirmasi terpisah, Komisioner Bawaslu Tangsel, Slamet Sentosa, memastikan tidak ada pelanggaran yang dilakukan Kepala Bapenda Dadang Sofyan. Slamet menegaskan tidak ada kegiatan kampanye di lokasi.

"Tidak ada kegiatan kampanye, kita sudah memastikan posisi kegiatan Bappeda dan tidak ada kegiatan kampanye. Hasil konfirmasi kronologis dari panwascam dan tadi kami menguatkan dengan memperdalam kegiatan," kata Slamet Sentosa.

Meski demikian, Bawaslu menyatakan atas dugaan pelanggaran kampanye yang terjadi di Perumahan Panorama Serpong, Jalan Raya Puspitek, Kelurahan Bakti Jaya, Kecamatan Setu, dinyatakan telah selesai.

"Kasus ini selesai. Kita tidak akan memanggil Sulfa, karena pemanggilan kan kalau melanggar kampanye. Kegiatan itu tidak ada kampanye setelah kami dalami," tegas Slamet Sentosa. (Don/TN1).

Komentar