Sabtu, 20 Juli 2024

Masuki Tahun Politik, Macan Guling Siap Jaga Kondusifitas di Kota Serang

SERANG, TitikNOL - Peguron Pencak Silat Mande Macan Guling Banten Indonesia menggelar ritual tetes mata atau biasa dikenal keceran, Kamis (12/10/2023) malam, di Taman Sari Kota Serang.

Keceran sendiri adalah kegiatan tradisi ritual yang dilaksanakan setahun sekali di setiap bulan Maulid oleh keluarga Cimande.

Tradisi ini diantaranya tetes mata (keceran) khas Cimande, urutan atau memijat tangan dan kaki yang sering mereka pergunakan bertarung serta penampilan budaya silat aliran Cimande.

Dalam sambutannya, Ketua DPP Peguron Pencak Silat Mande Macan Guling Subadri Ushuludin mengatakan di tahun ke 65 ini, akan terus melestarikan budaya tahunan ini.

“Satu tradisi kita tradisi cimande di Banten untuk apa dilakukan ini, disamping hormat kita kepada leluhur kita juga dalam rangka membudayakan budaya kita,” kata Subadri.

Harapan, kata Subadri setidaknya kegiatan ini mampu membangun silahturami antara peguron-peguron, sesama masyarakat, terutama dengan Pemda.

“Mande macan guling akan terus berniat akan menjadi pelopor terjadinya persatuan dan kesatuan. Tahun ini merupakan tahun politik, ini bukti persatuan peguron kita disini beda warna beda pilihan beda tujuan, kita akur ini tujuannya,” katanya.

Meski berbeda pilihan dalam pemilu 2024 maupun Pilkada nanti, peguron tetap menjaga persatuan dan kesatuan dan menjunjung tinggi kebersamaan.

“Ada disini keluarga besar kita ada yg mencalonkan dari Golkar kita sama sama dukung juga, ada juga dewan guru kita mencetuskan bibit pencak silat juga akan mencalonkan diri, sekalipun beda kita sama saling mendukung saling mengamini,” lanjutnya.

Maka itu dia berpesan agar seluruh pengurus dan anggota Mande Macan Guling Banten Indonesia agar ikut serta menjaga kondusifitas di tahun politik ini.

“Saya berpesan kepada seluruh pengurus agar tetap menjaga kesatuan persatuan berbeda pilihan engga masalah, organisasi kita ini budaya, kita menjadi garda terdepan dalam mewujudkan kondusifitas,” pungkasnya. (TN)

Komentar