Penyelenggara Pemilu Akui Kesulitan Bendung Isu Hoax

Ilustrasi. (Dok: Tribunnews)Ilustrasi. (Dok: Tribunnews)

SERANG, TitikNOL - Meluasnya isu hoax di media sosial diakui oleh sejumlah pihak bisa menjadi ancaman serius bagi keutuhan bangsa Indonesia. Apalagi, saat ini masyarakat sedang dihadapkan pada momentum Pemilu 2019 yang akan digelar bulan April tahun depan.

Bahkan, Bawaslu Banten juga mengakui bahwa merebaknya hoax di media sosial bisa menjadi ancaman serius bagi masyarakat. Terutama, bagi kalangan anak muda yang seharusnya diberikan pendidikan politik yang baik untuk memilih salah satu calon.

"Kita sampai saat ini memang susah mengidentifikasi penyebaran berita hoax itu. Apakah mereka terorganisir atau tidak, dari kelompok mana, itu kita masih susah. Soalnya Kita tidak bisa sebut kalau dia dari pihak A atau B," kata Ketua Bawaslu Banten Didih M Sudi, Kamis (27/9/2018).

Menurut Didih, pemilih dari kalangan anak muda yang mayoritas mendominasi penggunaan media sosial di Indonesia seharusnya bisa diberikan edukasi positif mengenai pendidikan politik dalam pemilu. Perhatian itu dilakukan agar mereka tidak melakukan hal-hal yang menjurus kepada ujaran kebencian, fitnah hingga radikalisme.

"Dari segi pengalaman dan keilmuan, mereka (anak muda) juga rentan. Padahal, tidak seyogianya generasi muda itu diracuni dengan isu hoax, radikalisme dan sebagainya. Mereka juga harus diberi perhatian," tutur Didih.

Baca juga: Pemilih Muda Rentan Terkena Isu Hoax Pemilu

Meskipun begitu, Didih berharap generasi muda bisabelajar bersikap bijak dalam menggunakan sosmed untuk menghindari adanya berita-berita bohong tersebut. "Itu yang harus kita perangi bersama," ungkapnya.

Hal senada juga diungkapkan Ketua KPU Banten Wahyul Furqon. Ia berharap komitmen semua pihak mulai dari partai politik, calon anggota legislatif maupun timses dari pasangan calon presiden pada deklarasi kampanye damai yang telah digelar pada akhir pekan kemarin bisa dihormati untuk menjaga kemanan dan kenyamanan Pemilu 2019 mendatang.

"Kita tidak memungkiri di proses pemilu akan ada persaingan. Tapi, semuanya harus menjaga komitmen agar proses pemilu bisa berjalan kondusif," harapnya. (Awi/TN3)

Komentar