PPP Banten Silahkan Bacalon di Kabupaten Serang dan Tangsel 'Tarung' di DPP

Ilustrasi. (Dok: Sigijateng)
Ilustrasi. (Dok: Sigijateng)

SERANG, TitikNOL - DPW PPP Provinsi Banten tidak memilih satu pasangan bakal calon di Pilkada Kabupaten Serang yang akan diusung partai berlambang Kabah itu. DPW PPP Banten justru mengusulkan dua pasangan calon sekaligus ke DPP yakni Ulum-Eki dan Tatu-Pandji.

Kedua pasangan itu dipersilahkan oleh DPW PPP Banten untuk melakukan komunikasi politik kepada DPP PPP agar mendapatkan surat rekomendasi.

Dikatakan Plt Ketua DPW PPP Banten Subadri Usuluddin, terdapat perubahan rekomendasi nama yang diusulkan DPC PPP Kabupaten Serang kepada DPW Provinsi Banten. Sebelumnya, DPC hanya merekomendasikan Ratu Tatu untuk diusung sebagai Bupati Serang. Dua nama lainnya merupakan kader internal yakni Heri Azhari dan Muflikhah.

“Pertama rekomendasi DPC Kabupaten Serang memang bu Tatu, pak Heri dan bu Muflikhah. Namun pada Mukercab, mengusulkan dua nama (Tatu dan Eki). Maka menindaklanjuti hasil rekomendasi DPC, kami usulkan juga ke DPP. Bedanya, ini sudah ada dalam paketan,” jelasnya.

Sementara di Tangerang Selatan, PPP mengusulkan untuk pasangan Azizah-Ruli, Ben-Pillar dan Muhammad-Azmi. Sedangkan untuk Pilkada di Pandeglang, DPW PPP Provinsi belum ada nama yang diusulkan.

“Dalam rapat itu kami memutuskan untuk 3 Kabupaten dan Kota yang mengikuti Pilkada. Mengingat saat ini waktu dan juga kasian kepada masyarakat ini PPP mau kemana. Dari hasil komunikasi politik dan survei, alhamdulillah kami sudah mengusulkan beberapa pasangan untuk diberikan rekomendasi,” terangnya.

Subadri yang juga Wakil Wali Kota Serang itu menyebutkan, bahwa tidak menutup kemungkinan DPP PPP merekomendasikan nama diluar usulan yang disampaikan oleh DPW Provinsi Banten. Maka dari itu, pihaknya mempersilahkan kepada setiap bakal calon untuk melakukan komunikasi langsung ke DPP PPP.

“Karena politik itu dinamis. Yang mempunyai hak itu DPP. Ketika DPP memutuskan diluar nama-nama itu, ya kami Sami’na wa Atho’na. Kami membuka keleluasan komunikasi dari masing-masing pasangan kepada DPP,” ungkapnya.

Disinggung tidak ada kader yang direkomendasikan di beberapa daerah, Subadri berkilah hal itu bukan karena tidak ada kader yang mumpuni. Hanya saja, keinginan para kader untuk maju dalam kontestasi Pilkada masih belum ada.

“Sebetulnya kader mumpuni itu banyak. Namun niat dan kesiapan dari kader itu yang belum ada. Masa iya kader yang tidak siap, kami paksa untuk maju dalam pilkada. Kalau misalkan ketua DPC Kabupaten Serang itu mau maju, saya yang paling pertama tanda tangan, materai tumpuk 7 juga siap. Tapi berhubung tidak mau, masa iya mau dipaksakan,” kilahnya. (Son/TN1)

Komentar