Senin, 22 Juli 2024

Warga Banten Terjerat Bank Emok dan Pinjol, Sandiaga Uno Tawarkan Solusi Bank Infaq Tanpa Bunga

Ketua Bapilu Nasional PPP Sandiaga Uno. (Foto: TitikNOL)
Ketua Bapilu Nasional PPP Sandiaga Uno. (Foto: TitikNOL)

SERANG, TitikNOL - Kebutuhan ekonomi yang mendesak berdampak pada keberlangsungan hidup masyarakat di Banten.

Tidak sedikit warga Banten yang terpaksa meminjam uang kepada Bank Emok atau Bank Keliling dan pinjaman online ilegal demi memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Hal itu disampaikan kader PPP kepada Sandiaga Uno saat melakukan pembekalan kepada bakal caleg se Provinsi Banten.

Ditambah berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) hingga Mei 2023, nilai pinjol dari 1,48 juta warga Banten tembus sebesar Rp 4,51 triliun.

Data itu menunjukan kenaikan dibandingkan April 2023 dengan sebesar Rp 4,38 triliun akibat penggunanya meningkat 1,42 juta jiwa.

Untuk menyelamatkan jeratan hutang berbunga, Ketua Bapilu Nasional PPP Sandiaga Uno mengaku telah membentuk tim dalam mengusur Bank Infaq.

Bahkan ketersediaan dananya saat ini sudah menyentuh Rp8 miliar. Setiap warga bisa meminjam dari Rp10 hingga Rp15 juta perorang.

"Rp8 miliar sudah ada. Pinjaman mulai Rp10 juta sampai Rp15 juta tanpa bunga mengoptimalkan infaq," katanya di Sekretariat DPW PPP Banten, Sabtu (19/8/2023).

Sandi menjelaskan, kehadiran Bank Infaq sengaja digagas untuk melawan Bank Emok dan Pinjol ilegal. Hal itu demi memudahkan masyarakat karena tanpa bunga.

"Itu (Bank Infaq) untuk melawan bank emok dan pinjol ilegal. Tidak ada riba, saya ada tim khusus," jelasnya.

Selain itu, Bank Infaq juga sebagai jawaban PPP dalam mengatasi permasalahan masyarakat yang memiliki kebutuhan mendesak.

"Ini jawaban PPP dalam permasalah Bank Keliling atau Bank Emok," tambahnya.

Apalagi saat ini, PPP sedang fokus pada ekonomi hijau untuk meningkatkan pendapatan masyarakat.

"Kita fokus pada ekonomi hijau yang dekat dengan masyarakat terutama UMKM. PPP menyuarakan ekonomi kreatif," tutupnya. (Son/TN3)

Komentar