Mengkonsumsi Susu Nonsapi dapat Mempengaruhi Tinggi Badan Anak

Ilustrasi. (Dok: medicalnewstoday)
Ilustrasi. (Dok: medicalnewstoday)

TitikNOL - Suatu hasil penelitian yang dipublikasikan pada Rabu (7/6) kemarin menunjukkan adanya hubungan antara tubuh pendek dengan konsumsi susu nonsapi.

Laporan dalam American Journal of Clinical Nutrition ini menyebutkan bahwa anak-anak yang mengonsumsi susu selain susu sapi, diyakini memiliki tubuh yang lebih pendek daripada teman-temannya yang mengonsumsi susu sapi.

Dokter Jonathon Maguire dari Dt. Michael's Hospital, Toronto, Kanada, yang mengepalai penelitian tersebut mengatakan bahwa anak-anak yang mengonsumsi susu nonsapi, seperti beras, almon dan kedelai, cenderung lebih pendek dari anak-anak yang minum susu sapi.

Dilansir dari CNN, dokter Maguire memberikan contoh jika seorang anak berusia tiga tahun minum tiga cangkir susu nonsapi, maka tingginya akan sekitar satu setengah sentimeter lebih pendek dari rata-rata temannya.

Penelitian yang dilakukan di Kanada ini, melibatkan 5,034 anak, dengan kisaran usia antara dua sampai enam tahun. Dari seluruh partisipan, sekitar lima persen hanya mengonsumsi susu nonsapi, dan sekitar 84 persen hanya minum susu sapi. Sementara sebanyak delapan persen mengonsumsi keduanya, dan sekitar tiga persen sama sekali tidak minum susu.

Menurut Maguire yang juga seorang dokter anak ini, bukan berarti jika tidak minum susu sapi maka tinggi badan anak akan kurang. Tetapi lebih pada jika anak mengonsumsi susu nonsapi, rata-rata mereka akan tampak sedikit lebih kecil, atau lebih pendek.

Kemudian timbul pertanyaan apakah keadaan ini akan memengaruhi tinggi badan saat mereka memasuki usia dewasa?

"Ini masih menjadi pertanyaan," kata dokter Maguire. "Kami tidak mengetahui apakah jika anak-anak mengonsumsi susu nonsapi akan bisa mengejar atau tidak. Waktu yang akan mengatakannya."

Penemuan ini tentu saja menimbulkan perdebatan, terutama tentang manfaat susu sapi dan susu alternatif lainnya.

Profesor Amy Joy Lanou, kepala divisi kesehatan dan kebugaran dari University of North Carolina Asheville yang tidak ikut serta dalam penelitian, mengatakan bahwa penemuan ini perlu dipertanyakan, kenapa hanya memperhitungkan konsumsi susu.

Padahal kita harus melihat keseluruhan pola makan anak. "Jika mereka mengklaim bahwa hal ini disebabkan karena perbedaan jenis susu yang dikonsumsi anak-anak, lalu apa lagi yang mereka makan?"

Lanou yang pernah melakukan penelitian dan membuktikan bahwa susu sapi bukan makanan yang penting, mengatakan tidak ada hubungannya antara tinggi dan berat anak dengan kesehatan orang dewasa, bahkan kesehatan anak-anak.

"Saya pikir," katanya seperti dikutip dari CNN, "Mereka menganggap tinggi badan sebagai tolok ukur kesehatan seorang anak, saya rasa itu bukanlah hal yang tepat."

Sementara, Connie Weaver, seorang profesor ilmu gizi di Purdue University yang juga tidak ikut dalam penelitian ini, justru merasa tertarik dengan hasil penelitian ini.

"Ini adalah penelitian pertama yang secara langsung membandingkan susu sapi dengan susu berbahan dasar tumbuhan untuk mendapatkan manfaat fisiologis," katanya.

"Kita sudah tahu kalau minuman berbahan dasar tumbuhan, terutama almon, mengandung kadar protein yang lebih rendah, jadi penyerapan kalsiumnya juga rendah. Mungkin ini yang menyebabkan susu sapi lebih baik."

"Akan tetapi," lanjutnya, "Akan menjadi hal yang tidak benar jika mereka yang tidak mengonsumsi susu sapi kemudian memutuskan untuk berhenti mengonsumsi susu nonsapi."

Lebih lanjut, Lanou mengatakan agar para orang tua yang memberikan susu nonsapi pada anak-anaknya tidak perlu khawatir. Hanya saja mereka harus meyakini anak-anak mendapat asupan protein yang cukup dari sumber lain, sepanjang hari.

Berita ini telah tayang di Beritagar.id, Senin 12 Juni 2017 dengan judul Susu nonsapi memengaruhi tinggi badan anak

Komentar
Tag Terkait